Jendela Fajar : Penyakit Al-Wahn Menjangkiti Umat

Umat Islam sudah dijangkitii penyakit Al Wahn. Penyakit ini meyebabkan umat Islam menjadi lemah, walau jumlahnya banyak dan mayoritas, kekuatannya akan seperti buih di lautan.

persatuannews.com. Sesungguhnya cinta akan gemerlap dunia adalah salah satu penyakit akhir zaman, disebutkan penyakit Al-Wah’n. Penyakit ini bersarang dihati bagaikan kanker menjangkiti umat serta membutakan  sebagaimana yang dikhawatirkan Rasulullah ﷺ akan menimpa umatnya.

Allah ﷻ berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Artinya : Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap apa yang diinginkan, yaitu berupa : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
(QS. Ali Imran 3:14)

Saat ini umat Islam sudah dijangkiti penyakit Al Wahn. Penyakit ini meyebabkan umat Islam menjadi lemah, walau jumlahnya banyak dan mayoritas, kekuatannya akan seperti buih di lautan.

Sesungguhnya apa yang menjadi ciri-ciri penyakit Al Wahn ini, kemudian sajauh apa Umat ini telah terjangkiti penyakit yang melemahkan barisan umat.

Pertama, Umat mudah takjub kepada harta, benda, kepada orang kafir dan hal-hal selain urusan kepada Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman :

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

Artinya : “Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (QS: Ali Imran 3 : 196-197)

Baca Juga :

  1. Laz Persis Sumut : Berbagi Takjil Berkah Ramadhan.
  2. Sebatang Rokok.
  3. UPT SPF SDN 101873 Desa Baru Gelar Kegiatan “Ramadhan Ceria” Membentuk Karakter Religius Siswa.

Kedua, penyakit Al-Wahn, silau dalam melihat gemerlap dunia dan isinya, sehingga melupakan ghiroh dalam membela Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda :

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ

Artinya : “Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta.” (HR At Tirmidzi).

Ketiga, penyakit Al-Wahn, hilangnya rasa gentar orang-orang kafir terhadap umat Islam. Umat dihinggapi cinta dunia, takut mati, akibatnya umat Islam akan menjadi santapan lezat yang diperebutkan oleh musuh, seperti makanan di atas meja yang diperebutkan orang-orang kafir.

Rasulullah ﷺ bersabda :

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Artinya : Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hampir saja para umat mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278).

Semua kita tentu takut menghadapi kematian, apalagi kita yakin bekal kita masih kurang untuk menghadapinya. Namun ada rasa takut akan kematian yang tercela dan ada pula yang tidak tercela. Yang tercela bila rasa takut tersebut didasari akan cinta yang berlebihan pada dunia sehingga melupakan akhirat.

Keempat, Penyakit Al Wahn menjual agama dengan harga yang rendah dan sedikit.

Allah ﷻ berfirman,

وَلاَ تَشْتَرُواْ بِآيَاتِي ثَمَناً قَلِيلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

Artinya : “Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa..” (QS. al-Baqarah 2: 41)

فَلاَ تَخْشَوُاْ النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلاَ تَشْتَرُواْ بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلاً

Artinya : Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. (QS. al-Maidah 5:44)

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

Artinya : “Apabila kamu melakukan jual beli dengan sistem ‘inah, kalian berada di belakang ekor sapi, ridha dengan cocok tanam dan meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kalian dalam kondisi kehinaan, Allah tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Daud).

Kita memandang gemerlap dan silaunya keindahan dunia ini sangat menarik untuk didapat dan dimiliki, namun Allah ﷻ menyebutkannya bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah serta berbangga-banggaan diri, Allah ﷻ berfirman :

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani;  kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. al-Hadîd 57: 20).

Sesungguhnya pada masa Rasulullah ﷺ  para sahabat sibuk untuk berjihad hingga syahid di jalan Allah, namun kini jamak umat yang sudah menomorsatukan dunia di atas segala-galanya, maka Allah mencabut keberanian dalam beramar mahru’ nahi munkar.

  • Penulis : Tauhid Ichyar, Pengurus PW Persis Sumatera Utara
  • Anggota Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara