Alam Ghaib

"Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat. Dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal." (QS Luqman 31:34)

Medan-persatuannews.com.Sesungguhnya alam gaib adalah alam yang tidak dapat dilihat atau diketahui oleh indra manusia biasa, seperti jin, malaikat, dan alam akhirat (barzakh).

Allah ﷻ berfirman :

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya: Katakanlah (wahai Muhammad):Aku tidak kuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula kuasa menolak kemadharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan andaikata aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemadharatan.

Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (QS al-A’râf 7:188)

Sesuatu yang ghaib mencakup hal-hal yang tidak dapat dijangkau indra manusia, seperti alam akhirat, malaikat, jin, dan masa depan. Secara spesifik, lima perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah ; hari kiamat, urusan hujan, apa yang ada di dalam rahim, apa yang dikerjakan manusia di hari esok, dan tempat kematian.

Firman Allah ﷻ :

اِنَّ اللّٰهَ عِنۡدَهٗ عِلۡمُ السَّاعَةِ‌ ۚ وَيُنَزِّلُ الۡغَيۡثَ‌ ۚ وَيَعۡلَمُ مَا فِى الۡاَرۡحَامِ‌ ؕ وَمَا تَدۡرِىۡ نَفۡسٌ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدًا‌ ؕ وَّمَا تَدۡرِىۡ نَـفۡسٌۢ بِاَىِّ اَرۡضٍ تَمُوۡتُ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيۡمٌ خَبِيۡرٌ

Artinya : “Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat. Dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS Luqman 31:34)

Alam semesta tidak terbatas pada apa yang tampak oleh indra manusia. Ada dua dimensi yang saling terkait, yaitu alam nyata (syahadah) dan alam gaib (ghayb).

Al-Qur’an berulang kali menyinggung kedua dimensi ini, bahkan memberi penekanan khusus pada alam gaib. Iman kepada yang gaib menjadi salah satu ciri mendasar orang beriman, sebagaimana ditegaskan pada firman Allah ﷻ :

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

Artinya: (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS Al-Baqarah 2:3)

Pada ayat lain Al-Qur’an menegaskan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib. Firman Allah ﷻ:

۞ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya: Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS Al-An’am 6:59)

Baca juga :

  1. Tinjau Kantor Sekretariat Prof Bahdin Tegaskan Komitmen Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Segala Bencana
  2. Menelisik Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Timah.
  3. PW. Persatuan Islam (PERSIS) Sumut Kecam Aksi Penganiayaan Seorang Pemuda Hingga Tewas di Masjid Agung Sibolga

Sungguh, Rasulullah ﷺ tidaklah mengetahui perkara gaib kecuali yang telah dikabarkan oleh Allah Azza wa Jalla kepada beliau.

Sabda Rasulullah ﷺ :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:

“مَفَاتِيحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ، لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا اللهُ: لَا يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِي غَدٍ، وَلَا يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا فِي الْأَرْحَامِ، وَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا، وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ، إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ.”

(متفق عليه)

Artinya : Rasulullah ﷺ bersabda: “Kunci-kunci perkara ghaib itu ada lima. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah; Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi besok.Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang ada dalam rahim. Setiap jiwa tidak mengetahui apa yang akan ia usahakan esok hari.

Tidak seorang pun tahu di bumi mana ia akan mati. Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(HR. Bukhari & Muslim)

Al-Qur’an menggunakan istilah ghaib ketika mengisahkan umat-umat terdahulu kepada Rasulullah ﷺ. Kisah-kisah itu nyata bagi mereka yang mengalaminya, namun menjadi ghaib bagi generasi setelahnya.

Firman Allah ﷻ :

تِلْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَٰذَا ۖ فَٱصْبِرْ ۖ إِنَّ ٱلْعَٰقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS Hud 11:49)

Sungguh, keyakinan terhadap perkara alam gaib adalah rukun iman dan mencakup hal-hal yang tidak dapat diprediksi oleh akal manusia.

  • Penulis : Tauhid Ichyar, Ka. Kantor LAZ Persis Sumatera Utara
  • Anggota Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *