Medan-persatuannews.com. Kita hidup di era perkembangan digitalnya sangat pesat, segala bentuk pekerjaan manusia di permudah dengan adanya digital ini. Era digital ini hadir untuk menggantikan beberapa teknologi di masalalu menjadi teknologi yang canggih dan modern.
Allah ﷻ berfirman :
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِا لْحِكْمَةِ وَا لْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَا دِلْهُمْ بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِا لْمُهْتَدِيْنَ
Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl 16: 125)
Kata ‘digitalisasi’ adalah satu kata yang tak mungkin lepas dari pembahasan dunia industri dan informasi di abad ke-21 ini. Digitalisasi adalah sebuah proses yang krusial, dan wajib dilakukan setiap jenis bisnis jika ingin terus berkembang.
Perkembangan teknologi tidak hanya melahirkan banyak inovasi dan produk di bidang teknologi. Akan tetapi, pada saat yang sama, ia juga menyebabkan banyak aspek kehidupan manusia berubah baik itu dalam berkomunikasi dan berinteraksi.
Baca juga :
- Tinjau Kantor Sekretariat Prof Bahdin Tegaskan Komitmen Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Segala Bencana
- Menelisik Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Timah.
- Anggota DPD RI Muhammad Nuh: Tekankan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa, Dalam Workshop Bersama BPKP, Kanwil DJPB Prov. Sumut di Kabupaten Langkat.
Dunia dibuat seakan tidak memiliki batasan (borderless) dan tidak ada kerahasiaan yang bisa ditutupi. Perkembangan teknologi membuat seseorang bisa dengan mudah mengetahui aktivitas orang lain melalui media sosial, padahal orang tersebut tidak saling mengenal dan tidak pernah berjumpa sebelumnya.
Pengguna media sosial terus bertambah karena media sosial sudah dianggap sebagai kebutuhan untuk mempermudah segala urusan. Al-Qur’an sendiri sudah mengisyaratkan agar ketika kita menerima informasi untuk segera melakukan klarifikasi berita sebaik mungkin.
Sehingga kita tidak mudah terjebak dan menelan mentah-mentah informasi hoax yang kita dapatkan apalagi jika sampai dengan mudah terprovokasi.
Allah ﷻ berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“. (QS Al Hujurat 49 : 6).
Dalam ayat ini, Allah melarang orang-orang beriman berjalan mengikut desas-desus, issu yang tidak jelas informasinya. Allah menyuruh kaum mukminin memastikan kebenaran berita yang sampai kepada mereka. Tidak semua berita yang diviralkan itu benar, dan tidak semua berita yang ter-update itu sesuai dengan fakta.
Waspadalah musuh-musuh Islam senantiasa mencari kesempatan untuk dapat menguasai setiap diri umat. Maka wajib bagi umat untuk selalu waspada akan gerakan mereka yang terstruktur.
Allah ﷻ berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ جَآءُوا بِاْلإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ لاَتَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُم مَّااكْتَسَبَ مِنَ اْلإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga.Janganlah kamu kira berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan ia adalah baik bagi kamu.Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya, dan barangsiapa diantara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu, baginya adzab yang besar“. (QS An Nur 24 : 11).
Sesungguhnya langkah yang harus dilakukan umat apabila ada berita hoax tentang saudara kita, maka berperasangka baik kepada diri sendiri. Apabila sudah husnuzhan, maka selanjutnya wajib husnuzhan kepada saudara kita. Dan meyakini kebersihannya dari cela yang diberitakan. Dan katakan,
سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ
Artinya : “Maha Suci Engkau (Allah) , ini merupakan kedustaan yang besar“. (QS An Nur 24 : 16).
Tahan jari pada tuts androidmu ! Jauhilah perbuatan dusta dan janganlah ikut-ikutan menebarkan desas-desus. Janganlah menuduh kaum muslimin tanpa bukti, dan janganlah berburuk sangka kepada mereka
Allah ﷻ berfirman :
مَّايَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya : “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan, melainkan ada di sisinya Malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)“. (QS Qaf 50: 18).
Mohonlah perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah, semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya.
- Penulis : Tauhid Ichyar, Ka. Kantor LAZ Persis Sumatera Utara
- Anggota Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara





