Medan-persatuannews.com. Sesungguhnya dalam Islam, hujan adalah rahmat dan tanda kebesaran Allah SWT yang membawa berkah, tetapi hujan diiringi banjir menjadi musibah yang bisa menjadi ujian, peringatan, atau akibat dari kerusakan lingkungan atas perbuatan manusia.
Tentunya sikap yang dianjurkan saat hujan deras yang mengundang banjir dari pegunungan adalah berdo’a untuk perlindungan, bersabar, dan melakukan ikhtiar seperti menjaga lingkungan dan tentunya membantu sesama yang membutuhkan pertolongan.
“Sebagaimana kita ketahui bencana banjir di Tapteng dan Tapsel pada Selasa (25/11/’25) membutuhkan bantuan masyarakat menghadapi banjir. Laz Persis Sumut bersama FOZ (Forum Zakat), mengirimkan bantuan untuk Masyarakat Tapteng dan Tapsel ”, ujar Tauhid Ichyar, Ka.Kantor Laz Persis Sumut dikantor LAZ Persis Sumut di jalan Ringroad 1 D Medan.
“Namun hujan yang sejak dini hari kemarin menyebabkan Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan meluap. Banjir cukup parah dirasakan masyarakat yang tinggal dibantaran Sungai tersebut”, sebutnya lagi.
Baca juga :
- Menhut: Bencana di Sumatera titik balik perbaikan tata kelola hutan
- Anggota DPD RI Muhammad Nuh: Tekankan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa, Dalam Workshop Bersama BPKP, Kanwil DJPB Prov. Sumut di Kabupaten Langkat.
- 1.902 KK terdampak banjir di Tapanuli Tengah
“Kami hadir memberikan bantuan berupa beras, telur dan mie instan, bantuan tersebut tidak seberapa tetapi untuk beberapa hari setidaknya dapat membantu mereka membersihkan rumah dari amukan banjir”, ujar Mawardi Tanjung saat diterima Polsek Sunggal bersama personil lapangan.
Laz Persis sebagai lembaga sebuah kemanusiaan, merasa prihatin apa yang dirasakan masyarakat yang mengalami dampak banjir pada daerah bantaran sungai, untuk itu lewat donasi penggalangan dana umat berbagi dalam kebersamaan kepada masyarakat.
- Pewarta : M.Ashiddiqi
- Editor : Agung Prayogo
