Medan-persatuannews.com.Burung-burung dapat beterbangan dilangit karena kombinasi bentuk sayap aerodinamis, seperti sendok terbalik yang menciptakan gaya angkat (lift) saat udara mengalir di atasnya, gerakan mengepakkan sayap untuk menghasilkan daya dorong (thrust) dan daya angkat.
Allah ﷻ berfirman :
اَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرٰتٍ فِيْ جَوِّ السَّمَاۤءِۗ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا اللّٰهُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ٧٩
Artinya: Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman. (QS An-Nahl 16:78)
Burung adalah kelompok dinosaurus theropoda berdarah panas yang membentuk kelas Aves, dicirikan oleh adanya bulu, rahang berparuh tanpa gigi, peletakan telur bercangkang keras, laju metabolisme yang tinggi, jantung beruang empat, serta kerangka yang kuat tetapi ringan.
Allah ﷻ berfirman :
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَٰٓفَّٰتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءٍۭ بَصِيرٌ
Artinya: Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.(QS Al-Mulk 67:19)
Baca juga :
- Peristiwa Besar Isra’ Mi’raj
- PERSIS PEDULI Gerakkan Bantuan dan Penggalangan Dana Bencana Sumatera dan Aceh
- Persis Sumut Berbagi Sembago di beberapa Desa Terdampak Banjir
Tubuh burung yang ringan dengan tulang berongga, bulu ringan dan sistem pernapasan efisien untuk energi. Mereka mengubah sudut sayap saat naik dan turun untuk efisiensi, meluncur saat di udara, dan mengendalikan arah dengan ekor.
Dalam Qur’an Allah ﷻ berfirman tentang bagaimana burung Hud-hud, menceritakan kesaksiannya ketika melihat sesuatu yang penting. Dialog antara Nabi Sulaiman dengan burung Hud-hud. Firman Allah ﷻ :
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ
Artinya : “Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.” (QS An-Naml 27:22)
Sedangkan burung Gagak, disebutkan dalam sebuah Hadits:
«خمس من الدواب كلهن فاسق يقتلن في الحرم: الغراب، والحدأة، والعقرب، والفأرة، والكلب العقور».
Artinya : “Lima hewan fasik yang dianjurkan untuk dibunuh walau di tanah haram: gagak, elang, kalajengking, tikus, dan anjing galak.” (HR.Bukhari Muslim)
Dalam riwayat disebutkan, sifat burung gagak adalah burung yang tidak bisa berukhuwah, tidak bisa berjamaah, suka berantem, dan kurang sayang pada anaknya. Seekor burung gagak betina ketika mengerami telurnya hingga menetas mengeluarkan anak yang disebut bughats, saat sudah besar, dia disebut ghurab.
Anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu, kulitnya berwarna putih. Saat induknya menyaksikannya, ia kecewa, tidak dapat merima itu anaknya, hingga ia tidak mau memberi makan dan minum.
Rasulullah ﷺ mengajarkanuntuk tawakkal seperti burung, sebagaimana sabda beliau ﷺ :
((لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً وتروح بطاناً))([1])، رواه الترمذي، وقال: حديث حسن.
Artinya : Jika kalian tawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sebenarnya, maka Allah memberi rezeki kepada kalian seperti memberi rezeki pada burung, pagi dalam keadaan lapar, sorenya sudah kenyang.” (HR At-Tirmidzi)
Berbagai burung menjadi ibroh bagi manusia, seperti burung Ababil, dengan kisahnya yang mampu mengalahkan pasukan gajah yang berniat menghancurkan Kab’ah. Mereka pasukan Allah yang membawa batu panas dari tanah yang terbakar kemudian dijatuhkan di atas pasukan gajah dan Abrahah. Firman Allah ﷻ:
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍࣖ
Artinya : Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS Al-Fill. 105:1-5).
Atau burung Salwa adalah sejenis burung puyuh yang disebutkan dalam A-Qur’an dengan diiringi makanan manis seperti madu yang disebut dengan manna. Ini merupakan salah satu nikmat yang diberikan kepada Bani Israil umat Nabi Musa, Firman Allah ﷻ:
وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَاَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰىۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْۗ وَمَا ظَلَمُوْنَا وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ ٥٧
Artinya : Kami menaungi kamu dengan awan dan Kami menurunkan kepadamu manna dan salwa. Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.(QS Al-baqarah 2:57)
Allah ﷻ menceritakan dalam Al-Quran tentang burung-burung, untuk menjadi pelajaran (ibroh) bagi manusia.
- Penulis : Tauhid Ichyar
- Ka.Kantor LAZ Persis Sumut
- Anggota Komisi Sosial dan Kebencanaan MUI Sumut
