Kesadaran diri (self-awareness) dalam Islam adalah kemampuan mengenali diri, potensi, serta keterbatasan diri sebagai hamba Allah (ma’rifatun nafsi) untuk mencapai ketakwaan dan menempatkan diri secara proporsional, baik sebagai hamba maupun khalifah.
Allah ﷻ berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Al-Baqarah 2:183)
Hal ini berlandaskan muhasabah (evaluasi diri) yang jujur terhadap niat, perilaku, dan hubungan dengan Allah serta sesama.
Allah ﷻ berfirman :
قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا ࣖ ٨٤
Artinya : Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.’ Maka, Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (QS. al-Isra’: 84)
Ayat diatas menunjukkan bahwa setiap orang bertindak didorong atas paradigma dan cara hidup yang disukai dan cenderung pada hidayah dan dhalalah (kesesatan).
Allah ﷻ, Dzat yang memelihara, menciptakan dan memberi nikmat pada hamba-Nya, lebih mengetahui siapa dari masing-masing hamba-Nya yang paradigmanya lebih terkunci atau mana yang lebih jelas cara hidupnya dengan mau mengikuti kebenaran.
Allah ﷻ berfirman :
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ١
Artinya : Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.(QS. al-Hasyr 59:19)
Sesungguhnya umur terus bertambah nominalnya, namun semakin berkurang masanya, ajal semakin mendekat. Tiada daya yang bisa menolak kedatangannya. Oleh karena itu, orang yang menginginkan keselamatan, dia akan menyiapkan diri setelah jauh melangkah dalam perjalanan hidup.
Baca juga :
- PB ISMI Rayakan Milad ke 40, Serahkan Award Serta Peluncuran Website
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
- Bukit Barisan Institute Gelar FGD Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung
Dia akan membekali diri untuk menempuh perjalanan panjang dan menakutkan. Dia akan terus berupaya memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan dan kesalahan. Allah ﷻ berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.(QS al-Hasyr 59:18)
Dalam syiroh diceritakan Kalifah Umar bin Khaththâb memberikan nasihat kepada rakyatnya, “Hitung-hitunglah amal kalian sebelum kalian dihitung ! Timbanglah amal kalian sebelum kalian ditimbang ! Perhitungan kalian kelak di akherat akan lebih ringan karena telah kalian perhitungkan diri kalian pada hari ini.
Persiapkanlah diri kalian demi menghadapi hari ditampakkannya amal. Pada hari itu kalian dihadapkan kepada Rabb, tiada sesuatupun dari keadaan kalian yang tersembunyi bagi Allah.
Hadits Rasulullah ﷺ :
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ
Artinya : Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil.
Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466).
Kesadaran diri sebagai hamba Allah (‘abd) adalah kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan, kelemahan, dan kefakiran diri di hadapan Sang Pencipta.
Dengan kesadaran diri setelah jauh melangkah dengan muhasabah (evaluasi diri), meniatkan segala aktivitas hanya untuk-Nya dengan menaati aturan-Nya, serta sadar bahwa tujuan hidup adalah hanya beribadah kepada Allah.
- Penulis: Tauhid Ichyar
- Ka.Kantor Laz Persis Sumut
Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.











