Medan-persatuannews.com. Dalam kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA I) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara turut diisi dengan kuliah subuh disampaikan oleh KH. Salman, Lc., Ketua MUI Kabupaten Asahan, Ahad (12/4/2026).
Dalam tausiyahnya, KH. Salman mengajak seluruh peserta berharap agar setiap ibadah yang dilakukan mendapat predikat maqbul (diterima oleh Allah SWT). Ia menjelaskan bahwa salah satu tanda diterimanya ibadah adalah munculnya kebiasaan dalam melakukan kebaikan secara berkelanjutan.
“Di antara tanda ibadah diterima adalah ketika seseorang terbiasa melakukan ujarnya.
Selain itu, beliau mengulas hikmah diturunkan Alquran berangsur-angsur. Proses tersebut mengandung nilai pendidikan mendalam, baik aspek penguatan keimanan, pembentukan karakter, maupun kemudahan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam.
“Al-Quran tidak diturunkan sekaligus, tetapi secara bertahap. Ini menunjukkan bahwa proses pembinaan umat membutuhkan tahapan, agar nilai-nilai yang diajarkan dapat dipahami dan diamalkan dengan baik.
Baca juga :
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- PB ISMI Rayakan Milad ke 40, Serahkan Award Serta Peluncuran Website
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
- Bukit Barisan Institute Gelar FGD Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung
Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya istiqomah dalam berinteraksi dengan Alquran, membaca Alquran sedikit demi sedikit dilakukan dengan konsisten jauh lebih utama dibandingkan membaca dalam jumlah banyak namun tidak berkelanjutan.

Ceramah subuh tersebut menjadi menjadi penguatan spritual bagi para peserta MUKERDA I, sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan program kerja organisasi harus diimbangi dengan kualitas ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT.
Melalui momentum ini, diharapkan peserta tidak hanya fokus pada perumusan program, tetapi juga memperkuat dimensi ruhani sebagai landasan dalam menjalankan amanah keumatan.
- Pewarta : M. Ashshiddiqi
- Editor : Adi Syahputra Nst






