Medan-persatuannews.com. Bertepatan dengan momentum International Workers’ Day atau Hari Buruh Sedunia, 1 Mei 2026, Yayasan Komunitas Siaga Bencana (KOGANA) Sumatera Utara resmi melantik dan mengukuhkan Dewan Direksi masa bakti 2026–2029. Prosesi pelantikan digelar di Sena Kopi, Medan, Jumat (1/5/2026).
Pembina Yayasan KOGANA Sumut, Beny Yuda Purnama, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas bergabungnya figur-figur kompeten dalam kepengurusan baru. Pembacaan Surat Keputusan dilakukan oleh Budhi Darma, S.H., M.H.
Kepala BPBD Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, melalui perwakilannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial. “Ini langkah nyata mempersiapkan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan. KOGANA telah menunjukkan komitmen dan dedikasi sebagai mitra strategis pemerintah,” ujarnya.
Bencana Meningkat, Peran Relawan Semakin Vital
Sepanjang 2023, Sumatera Utara mencatat ratusan kejadian bencana meliputi banjir, longsor, dan kebakaran hutan. Dampaknya tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga memaksa9 ribuan warga mengungsi dan merusak fasilitas umum. Situasi tersebut meningkat di 2024 dengan jumlah kejadian dan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
Tragedi besar pada 27 November 2025 masih membekas dalam ingatan. Bencana yang melanda puluhan kabupaten/kota di Sumut menelan ratusan korban jiwa dan tercatat sebagai salah satu tragedi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya meluas hingga Provinsi Aceh dan Sumatra Barat, menuntut respons cepat dan kolaborasi lintas wilayah.
“Dalam kondisi tersebut, peran relawan menjadi sangat vital. Lebih dari 70 organisasi dengan ribuan personel turun langsung ke daerah bencana, bekerja tanpa lelah membantu evakuasi, mendistribusikan bantuan, hingga pendampingan. Mereka hadir karena panggilan kemanusiaan,” tegas perwakilan BPBD Sumut.
Pemerintah menegaskan penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat. KOGANA diharapkan terus memperkuat kapasitas, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam upaya mitigasi melalui edukasi, pelatihan, dan sosialisasi kepada masyarakat.
FPRB: KOGANA Mitra Teruji
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumatera Utara, Prof. Bahdin Nur Tanjung, mengucapkan selamat atas pelantikan ini. “KOGANA adalah mitra FPRB yang telah teruji dalam menangani bencana. Ke depan kami berharap KOGANA lebih berperan aktif, khususnya dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas,” katanya.
Program Prioritas Direksi Baru
Direktur KOGANA yang baru dilantik, Dr. Ir. Herri Trisna Frianto, S.T., M.T., mengaku siap membawa organisasi ke arah yang lebih baik. “Kami sudah merencanakan pengembangan program dengan membangun sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) kebencanaan. Dengan sistem tersebut, kita berharap mampu mengurangi risiko dan dampak bencana,” jelasnya.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
Selain itu, KOGANA juga telah membangun jaringan dengan salah satu kementerian untuk melatih para relawan agar memiliki kompetensi mumpuni. “Kami akan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk universitas, perguruan tinggi, maupun organisasi lainnya, agar manajemen kebencanaan semakin profesional,” tambah Herri.
Prosesi pelantikan diisi dengan pemotongan tumpeng dan dihadiri jajaran Basarnas, unsur perguruan tinggi, pengurus, serta Dewan Pengawas KOGANA Sumatera Utara, Abdul Aziz.
Susunan Dewan Direksi KOGANA Sumut 2026–2029
Dewan Direksi:
– Direktur: Dr. Ir. Herri Trisna Frianto, S.T., M.T.
– Wakil Direktur: Yanuarlin, S.E., M.Si. o
– Anggota: Ariza Putra
Dewan Pengawas: Prof. Dr. Drs. Syahruloo Humaidi, Fandi Ahmad, S.T.
Deputi:
– Bidang Sosial dan Kesehatan: Reniwati Lubis, S.E., M.Pd.
– Bidang Diklat: Andika Pratama, S.T.
– Bidang Humas dan Media: Abdul Rasyid Aulia Rahman, M.Kom
Pewarta: M.Ash-shiddiqi
Editor: Abdul Aziz
