Pererat Silaturahmi, Tim PPKJ Pesantren Persis 373 Purwakarta Sambangi Ponpes As-Syahaadah Pakpak Bharat

“Kegiatan dakwah akan kurang efektif jika tidak dibarengi dengan lembaga pendidikan. Itulah mengapa di atas lahan wakaf seluas 6.001 meter ini, kami mendirikan Pesantren As-Syahaadah untuk mencetak insan berakhlakul karimah yang tafaqquh fiiddin,” ujar Ustaz Wahyudin.

Pakpak Bharat-persatuannews.com. Pondok Pesantren As-Syahaadah yang berlokasi di Dusun Kembang Ronding, Desa Maholida, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, menerima kunjungan spesial dari Tim Program Pengabdian Khidmat Jam’iyyah (PPKJ) Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 373 Cinaya, Purwakarta, pada Ahad, 3 Mei 2026.

Rombongan dipimpin Ustaz Irfan Nurul Furqon, S.Sos.I. dan Ustaz Dodi Khoerudin, bersama sejumlah santri serta alumni. Salah satunya Sodip Raja Berutu, alumni MTs As-Syahaadah yang kini menimba ilmu di IAI Persis Bandung dan tengah mengabdi di PPI 373 Cinaya. Kehadirannya sekaligus menjadi momen pulang kampung ke Dusun Cubancer, Desa Kaban Tengah.

Kedatangan tim PPKJ disambut hangat Mudir Pesantren As-Syahaadah, Ustaz Wahyudin, S.Pd.I., M.Pd., didampingi jajaran asatiz. Hadir di antaranya Ustaz Hendri Fajar, Ustaz Al-Arabi Anak Ampun alumni PPI 76 Tarogong, dan Ustaz Riki Hafizun Bancin alumni PPI 04 Cianjur.

Bersilaturahim di Ponpes As-Syahaadah Pakpak Bharat.

Dalam pertemuan penuh keakraban itu, Ustaz Wahyudin memaparkan sejarah panjang Pesantren As-Syahaadah yang berdiri sejak 2004. Ia mengisahkan, cikal bakal pesantren bermula dari gerakan pembinaan mualaf di desa-desa terpencil oleh Yayasan As-Syahaadah (YASSYA) Sumatera Utara sejak 1997.

“Kegiatan dakwah akan kurang efektif jika tidak dibarengi dengan lembaga pendidikan. Itulah mengapa di atas lahan wakaf seluas 6.001 meter ini, kami mendirikan Pesantren As-Syahaadah untuk mencetak insan berakhlakul karimah yang tafaqquh fiiddin,” ujar Ustaz Wahyudin.

Baca juga :

  1. Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
  2. Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis

Saat ini, pesantren tersebut telah mengelola jenjang pendidikan lengkap, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya setingkat SMA/MA.

Kaderisasi Butuh Pengabdian Nyata
Ketua rombongan, Ustaz Irfan Nurul Furqon, S.Sos.I., menekankan pentingnya kaderisasi sumber daya umat. Ia menjelaskan bahwa program PPKJ bagi santri kelas XII merupakan komitmen jangka panjang yang telah disepakati orang tua sejak awal pendaftaran.

“Kaderisasi SDM itu butuh prosesi pengabdian nyata seperti ini,” ungkapnya di sela-sela menikmati jamuan Kopi Tanpak, kopi khas Pakpak Bharat.

Apresiasi juga datang dari Ketua PD PERSIS Kabupaten Karo, Ustaz Arif Fauzan Ginting, S.H.I., selaku tuan rumah program PPKJ PPI 373 Cinaya di Gunung Saribu, Kecamatan Munte. Ia memuji kontribusi para alumni Pesantren Persis asal Pakpak Bharat yang jumlahnya lebih dari 40 orang dan kini aktif berkiprah di sektor pemerintahan maupun swasta.

Menjelang siang, rombongan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan kembali ke lokasi pengabdian di Tanah Karo. Mereka memilih jalur Silalahi, Danau Toba, untuk menikmati keindahan destinasi wisata andalan Sumatera Utara sebelum kembali bertugas.

Pewarta: M.Ash-shiddiqi
Editor: Abdul Aziz