Terorisme Penebar Ketakutan

Teror Israel bukan sekadar perang. Ia adalah penggunaan kekuatan militer untuk menanam rasa takut secara sistematis demi mempertahankan kepentingan politik, kekuasaan, dan dominasi Israel.

Medan – persatuannews.com.Terorisme sering digambarkan dengan wajah kelompok bersenjata, bom rakitan, atau serangan mendadak di tempat umum. Namun sejarah dunia menunjukkan, ketakutan terbesar justru lahir dari tangan negara yang memiliki kekuasaan, senjata, hukum, dan legitimasi.

Allah ﷻ berfirman :

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا ۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ ۝٣٢

Artinya : Oleh karena itu, Kami menetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar-benar telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi. (QS Al-Ma’idah 8:32)

Ketika Israel yang memiliki kekuatan militer yang di back-up AS digunakan untuk membungkam rakyat Palestina, berton-ton bom dijatuhkan tanpa membedakan anak-anak dan kombatan. Ketika serangan dibalas, maka penangkapan, penjara, penyiksaan, atau penghilangan paksa dirasakan rakyat Palestina.

Teror Israel bukan sekadar perang. Ia adalah penggunaan kekuatan militer untuk menanam rasa takut secara sistematis demi mempertahankan kepentingan politik, kekuasaan, dan dominasi Israel.  Palestina diblokir AS-Israel hingga kelaparan dan kematian. Palestina dipaksa diam, media dibungkam, kebenaran dikaburkan, dan darah manusia hanya dianggap angka statistik.

Allah ﷻ berfirman :

وَوَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan penuh harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-A’raf 7:56)

Baca juga :

  1. Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
  2. Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis

Sungguh sejarah mencatat bagaimana Israel melakukan pengeboman massal, penjajahan, apartheid, penyiksaan tahanan, pembantaian warga sipil atas demi keamanan dan stabilitas Israel.

Ironisnya, ketika pelaku adalah kelompok kecil, dunia cepat menyebutnya teroris. Tetapi ketika pelaku memiliki bendera, tentara, dan kursi diplomasi, seperti Israel atau AS, istilah itu sering berubah menjadi operasi militer, serangan strategis, atau demi menjaga perdamaian.

Dalam pandangan moral dan kemanusiaan, kekuasaan seharusnya melindungi manusia, bukan menjadikan manusia korban kekuasaan. Ketika negara justru menjadi sumber ketakutan, maka yang runtuh bukan hanya bangunan, tetapi juga nurani peradaban.

Apa yang diarasakam rakyat Palestina atas serangan militer Israel, kini terbalas atas serangan milter Iran kepada AS-Israel dan hancurnya semua pangkalan militer AS di Timur Tengah. Kekuatan militer AS dan Israel yang selama ini mendominasi Timur Tengah harus menerima kekalahan yang memalukan.

Allah ﷻ berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝٨

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Ma’idah 8:8)

Kezaliman Israel di Palestina, yang didukung secara politis, militer, dan diplomatik oleh AS, memicu banyak kecaman global. Aksi kekerasan sistemik ini telah merenggut puluhan ribu nyawa warga sipil, menghancurkan fasilitas publik, serta memicu desakan investigasi kejahatan kemanusiaan di Mahkamah Internasional.

Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya : “Hati-hatilah kalian dari berbuat zalim, karena kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 2447, Muslim no. 2578)

Sungguh strategi terror dirancang untuk menghukum, mempermalukan dan meneror penduduk sipil bahkan infrastruktur sipil diperlakukan sebagai target militer yang sah.

Israel melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap norma-norma paling mendasar dari hukum perang dan moralitas universal. Sebuah pengakuan terhadap doktrin kekerasan yang diberi nama terorisme.

  • Penulis: Tauhid Ichyar, Ka.Kantor Perwakilan Laz Persis Sumut.
  • Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.

 

Post Views: 0