STU Jehe, Pakpak Bharat-persatuannews.com. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, sukses digelar meriah dan khidmat pada Selasa (12/5/’26).
Meski berlangsung di tengah efisiensi anggaran, acara keagamaan tahunan ini tetap semarak dan menjadi momentum memperkuat syiar Islam serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Rangkaian acara diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh qari Ustadz Rois Afandi Harahap, S.Ag., penghulu KUA Kecamatan STU Jehe. Acara dihadiri langsung Bupati Pakpak Bharat, perwakilan Kemenag Pakpak Bharat, unsur pimpinan kecamatan, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Apresiasi Kemenag dan Pemcam.
Kepala Kantor Kemenag Pakpak Bharat H. Drs. Malindung Capah, M.M., yang diwakili Kasubag Tata Usaha, mengapresiasi komitmen seluruh desa di STU Jehe yang aktif menyukseskan MTQ.
“Jadikan momentum ini untuk meningkatkan kecintaan pada kitab suci. Rasulullah SAW bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang belajar dan mengamalkan Al-Qur’an. Pembacanya akan mendapat syafaat di hari akhir”, ucap Lindung. “Bagi peserta yang belum juara, ia berpesan agar tidak berkecil hati. Anggap ini sebagai kesuksesan yang tertunda”, sebut Lindung lagi mengingatkan peserta MTQ.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
Camat STU Jehe Mike Baskara Ujung, S.TP. M.Ap, mengajak masyarakat bersyukur atas keberkahan lantunan ayat suci di wilayah yang dikenal sebagai Serambi Mekah Pakpak Bharat. Ia mengingatkan, “agar MTQ tidak bergeser menjadi ajang berburu hadiah materi”, ujarnya.
Dalam sambutannya, Camat menekankan ada lima poin penting yang perlu menjadi catatan yakni ;
- Konsisten membaca Al-Qur’an, bukan hanya saat MTQ, mengingat perintah pertama Allah adalah Iqra’ dalam Surat Al-Alaq ayat 1.
- Jangan jadikan Al-Qur’an hanya pajangan atau tidak dipedulikan isinya.
- Jadikan Al-Qur’an pedoman hidup sehari-hari.
- Jaga gema Al-Qur’an di masjid agar terus berkumandang setelah MTQ usai.
- Luruskan niat bertanding, jangan hanya mengincar hadiah materi.
Kepala KUA STU Jehe H. Irwan Sidebang, S.Ag., M.M., juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung. Ia berharap MTQ menjadi motor penggerak generasi muda untuk mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an, sekaligus membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia, toleran, dan menjaga persatuan.
Hasil Lomba MTQ yang diikuti 10 desa ini melahirkan peserta terbaik dari setiap cabang. Berdasarkan akumulasi skor, tiga desa terbaik adalah:
- Juara I: Desa Malum – Skor 20
- Juara II: Desa Perolihen – Skor 16
- Juara III: Desa Mbinalun – Skor 14
Acara ditutup dengan penyerahan piala, uang pembinaan kepada para pemenang, dan sesi foto bersama seluruh kafilah serta unsur pimpinan daerah.
Pewarta: M.Ash-shiddiqi
Editor: Adi Syahputra Nst
