Medan-persatuannews.com.Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran, terus memanas. Serangan AS dan Israel terhadap Iran dibalas dengan drone dan rudal-rudal Iran yang menargetkan pangkalan militer AS dan Israel, Tel Aviv serta kota-kota lainnya di Israel.
Allah ﷻ berfirman :
وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِۚ وَلَا تُقٰتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ ١٩١
Artinya : Bunuhlah mereka (yang memerangimu) di mana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu. Padahal, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangimu di tempat itu. Jika mereka memerangimu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. (QS Al-Baqarah 2:191)
Diawal konflik, telah menyebabkan jumlah korban jiwa dan luka yang signifikan, dampak langsung terhadap sekolah dasar putri di Minab, rumah sakit termasuk Gandhi Hospital di Tehran, bandara, dan infrastruktur sipil lainnya, serta gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّـى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّـى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ! يَا عَبْدَ اللهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ، فَاقْتُلْهُ، إِلاَّ الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ.
Artinya : “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi dan membunuh mereka sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, kemudian batu dan pohon berkata, ‘Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Orang Yahudi ini di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia!” Kecuali gharqad, karena ia adalah pohon orang Yahudi.” (HR al-Bukhari Muslim)
Trump terus menekan Iran melalui ancaman serangan militer skala besar dan blokade jika Teheran gagal mencapai kesepakatan damai atau tidak membuka Selat Hormuz. Komandan militer senior Iran memperingatkan AS agar tidak membuat kesalahan dan salah perhitungan lagi, serta menegaskan Iran siap merespons dengan balasan yang lebih besar.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
Ketegangan antara Iran, Israel, dan AS memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas dunia modern. Ancaman penutupan jalur energi seperti Selat Hormuz, meningkatnya harga minyak, gangguan ekonomi global, hingga kekhawatiran perang yang lebih luas menjadi bayangan nyata bagi banyak negara.
Melihat situasi saat ini, ancaman yang saling dilontarkan antara AS, Israel, vs Iran menunjukkan bahwa konflik Timur Tengah berada pada titik yang sangat berbahaya. Ketika sebuah negara besar mengatakan akan “menyerang lebih keras”.
Sementara pihak lain mengancam membawa perang lebih luas terhadap kepentingan AS, maka dunia bukan hanya menghadapi konflik regional, tetapi potensi krisis global. Iran secara militer memahami perang konvensional terbuka sulit dimenangkan.
Karena itu, strategi Iran lebih mengarah pada “perang asimetris”, menyerang jalur energi, pangkalan militer, perang siber, hancurkan sekutu-sekutu AS di kawasan, dan kuasai jalur perdagangan dunia seperti Selat Hormuz.
Allah ﷻ berfirman :
وَقَٰاتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
Artinya : “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 2:190)
Dalam kondisi seperti ini, rakyat sipil yang paling menderita, ekonomi hancur, harga energi naik, pengungsian meningkat, dan ketakutan menyebar ke seluruh dunia.
Sebagai manusia dan umat beriman, kita boleh memiliki pandangan politik, tetapi jangan kehilangan nilai kemanusiaan. Islam mengajarkan agar kita tetap berdiri di atas keadilan dan hikmah, bukan kebencian yang membutakan. Allah ﷻ berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ٨
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Ma’idah 5:8)
Dan Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa fitnah dan peperangan akan menjadi ujian besar di akhir zaman, sehingga umat diperintahkan menjaga hati, lisan, dan tidak mudah terseret dalam permusuhan yang menghancurkan.
Menurut analisis pakar, dunia saat ini membutuhkan keberanian untuk menghentikan eskalasi, bukan memperluasnya. Sebab bila perang besar benar-benar pecah antara kekuatan besar di Timur Tengah, tidak akan ada pihak yang benar-benar menang yang tersisa hanyalah kehancuran, penderitaan umat, dan ketidakstabilan global yang panjang.
- Penulis: Tauhid Ichyar, Ka.Kantor Perwakilan Laz Persis Sumut
- Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.
