Di tahun 2045 Indonesia Emas Atau Indonesia Bubar

Proyeksi ekonomi Indonesia ke depan difokuskan pada upaya keluar dari middle-income trap menuju target pertumbuhan 7%-8% pada 2029. Untuk mencapainya, strategi transformasi difokuskan pada hilirisasi, ketahanan pangan/energi, penguatan daya beli melalui stimulus, dan hilirisasi. Pendapatan per kapita diproyeksikan menembus US $5.870.

Medan-persatuannews.com. Indonesia adalah negeri yang dianugerahi Allah ﷻ dengan berbagai kekayaan alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, serta letak geografis yang sangat strategis. Dari Sabang sampai Merauke terbentang sumber daya alam, lahan pertanian, hutan, perikanan, energi, dan mineral yang menjadi modal besar bagi pembangunan bangsa.

Indonesia saat ini memiliki penduduk sekitar 288 juta jiwa, PDB nominal sekitar US$1,54 triliun
Pertumbuhan ekonomi sekitar 5%. PDB per kapita sekitar US$5.362 per tahun

Allah ﷻ berfirman:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ۝١١

Artinya : Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.

Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Ar-Ra’d 13:11)

Proyeksi ekonomi Indonesia ke depan difokuskan pada upaya keluar dari middle-income trap menuju target pertumbuhan 7%-8% pada 2029. Untuk mencapainya, strategi transformasi difokuskan pada hilirisasi, ketahanan pangan/energi, penguatan daya beli melalui stimulus, dan hilirisasi. Pendapatan per kapita diproyeksikan menembus US $5.870.

Dan sesungguhnya pada tahun 2045, 100 tahun kemerdekaan Indonesia disebutkan “Indonesia Emas 2045”. Dari beberapa kajian Internasional menyebut Indonesia berpeluang masuk kelompok negara berpendapatan tinggi apabila mampu mempertahankan pertumbuhan sekitar 5,4–5,5% per tahun dan meningkatkan produktivitas Nasional.

Baca juga :

    1. Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
    2. PW ISMI Jambi Siap Dilantik, PW ISMI Riau Terima Mandat ISMI Ekspansi ke Sumatera, Usung Melayu sebagai Mesin Penggerak Zaman
    3. Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis

Namun saat ini beredar narasi ekstrem yang mengatakan, bukan “Indonesia Emas 2045” tapi “Indonesia Bubar 2045”. Menurut pemikiran logis, keduanya bukan takdir yang sudah pasti terjadi. Keduanya adalah skenario yang bergantung pada keputusan bangsa ini dalam 20 tahun ke depan.

Sesungguhnya Indonesia pernah bubar setidaknya satu kali ketika negara-negara federal dalam Republik Indonesia Serikat (RIS). Negara kembali pasca Perjanjian Meja Bundar tahun 1949 dan memutuskan untuk membubarkan diri, menuju NKRI pada 1950 yang masih bertahan hingga sekarang.

Tahun 2045 bukanlah persimpangan antara “Indonesia Emas” atau “Indonesia Bubar”, melainkan persimpangan antara, Indonesia yang maju dan berkeadilan atau Indonesia yang kaya tetapi keadilan yang timpang.

Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh ramalan, melainkan oleh kualitas pendidikan anak-anak hari ini, integritas pemimpin, kekuatan ekonomi umat, penguasaan teknologi, dan akhlak bangsa.

Karena itu, bagi umat, kontribusi terbesar menuju 2045 bukan sekadar menunggu kebijakan pemerintah, tetapi membangun generasi yang berilmu, berakhlak, produktif, dan mandiri. Tentunya dari keluarga yang baik lahir masyarakat yang baik, dari masyarakat yang baik lahir bangsa yang kuat.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

Artinya : “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf 7: 96)

Pilihan antara Indonesia Emas 2045 atau Indonesia Bubar sangat bergantung pada bagaimana bangsa ini mengelola bonus demografi, mengatasi kesenjangan ekonomi, serta menegakkan keadilan dan hukum.

Nasib Indonesia pada 100 tahun kemerdekaannya ini ditentukan oleh dua sekenario; adil dan penegakan hukum. Allah ﷻ berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat Kebajikan,” (QS. An-Nahl 16:90)

Tentu yang diharapkan umat pada periode 2016 – 2045, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,7 persen per tahun dengan terus melakukan reformasi struktural, menegakan keadilan, memanfaatkan bonus demografi serta meningkatkan daya saing ekonomi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ

Artinya : “Sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kalian adalah apabila orang terpandang mencuri mereka membiarkannya, tetapi apabila orang lemah mencuri mereka menegakkan hukuman atasnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sungguh, Indonesia Emas 2045 bukanlah ramalan yang menentukan namun Indonesia emas dapat terwujud apabila pemimpinnya adil dan penduduknya beriman dan bertaqwa.

  • Penulis: Tauhid Ichyar, Ka.Kantor Perwakilan Laz Persis Sumut
  • Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.