Darah Sebagai Amanah Dan Tanggungjawab Hidup

Ketika aliran darah berhenti, kehidupan pun berakhir. Karena itu, keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung pada sistem yang telah Allah ﷻ ciptakan dengan sempurna.

Medan-persatuannews.com.Darah merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa darah, oksigen tidak dapat sampai ke seluruh tubuh, nutrisi tidak dapat didistribusikan, dan organ-organ tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, darah sering disebut sebagai simbol kehidupan.

Namun di balik fungsi biologisnya, darah juga mengandung pelajaran besar tentang kemanusiaan, pengorbanan, dan tanggung jawab sosial. Setiap tetes darah mengingatkan manusia bahwa kehidupan adalah amanah yang harus dijaga dan dihormati.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِا لْحَـقِّ ۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُوْمًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِـوَلِيِّهٖ سُلْطٰنًا فَلَا يُسْرِفْ فِّى الْقَتْلِ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ مَنْصُوْرًا

Artinya :”Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.” (QS. Al-Isra’ 17:33)

Secara medis, darah mengalir melalui pembuluh darah selama dua puluh empat jam tanpa henti. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh agar setiap sel memperoleh oksigen dan nutrisi yang diperlukan.

Ketika aliran darah berhenti, kehidupan pun berakhir. Karena itu, keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung pada sistem yang telah Allah ﷻ ciptakan dengan sempurna.

Allah ﷻ berfirman:

وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Artinya: “Dan pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”(QS.Adz-Dzariyat 51:21)

Ayat ini mengajak manusia untuk merenungkan tubuhnya sendiri, termasuk sistem darah yang bekerja tanpa pernah berhenti sejak manusia lahir hingga ajal menjemput.

Baca juga :

  1. PW ISMI Jambi Siap Dilantik, PW ISMI Riau Terima Mandat ISMI Ekspansi ke Sumatera, Usung Melayu sebagai Mesin Penggerak Zaman
  2. Di tahun 2045 Indonesia Emas Atau Indonesia Bubar
  3. Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis

Di berbagai belahan dunia, jutaan manusia kehilangan darah akibat kecelakaan, bencana alam, konflik, maupun penyakit. Dalam keadaan demikian, setetes darah dari seorang pendonor dapat menjadi sebab terselamatkannya nyawa orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Artinya : “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan satu kesusahannya pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial. Seorang pendonor tidak mengenal siapa penerima darahnya, tidak mengetahui suku, bangsa, atau status sosialnya. Ia hanya berharap darah yang diberikan menjadi sebab keselamatan sesama manusia.

Islam sangat menjunjung tinggi nilai kehidupan manusia. Karena itu, pertumpahan darah tanpa hak termasuk dosa besar.

Allah ﷻ berfirman:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا ۖ وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Artinya: “Barang siapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia. Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan seluruh manusia.” (QS. Al-Ma’idah 5:32)

Ayat ini menunjukkan betapa berharganya kehidupan manusia di sisi Allah. Menyelamatkan satu nyawa memiliki nilai yang sangat besar, sementara menumpahkan darah tanpa hak merupakan kejahatan yang sangat berat.

Darah mengajarkan bahwa kehidupan saling bergantung. Tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri. Ketika seseorang membutuhkan transfusi darah, ia bergantung pada kepedulian orang lain. Hal ini menjadi pelajaran bahwa umat yang kuat adalah umat yang saling membantu dan saling menguatkan.

Berbagi Darah dengan Donor Darah, Memberikan Bantuan Kepada Saudara Yang Membutuhkan.

Sebagaimana darah mengalir membawa kehidupan ke seluruh tubuh, demikian pula kebaikan harus mengalir kepada seluruh masyarakat agar tercipta kehidupan yang harmonis, adil, dan penuh kasih sayang.

Sesungguhnya darah bukan hanya cairan biologis yang mengalir dalam tubuh manusia. Darah adalah tanda kekuasaan Allah, simbol kehidupan, sarana kemanusiaan, dan pengingat akan pentingnya menjaga nyawa sesama.

Setiap denyut nadi dan setiap tetes darah yang mengalir adalah bukti bahwa Allah ﷻ masih memberikan kesempatan hidup kepada manusia untuk beribadah, berbuat baik, dan menebarkan manfaat bagi sesama.

Maka sudah sepantasnya manusia menjaga kehidupannya, menghindari pertumpahan darah tanpa hak, serta menjadikan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari ibadah kepada Allah ﷻ.

  • Penulis: Tauhid Ichyar, Ka.Kantor Perwakilan Laz Persis Sumut
  • Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.