MEDAN-persatuannews.com. Setiap tanggal 28 Juli, masyarakat dunia memperingati dua momentum penting secara bersamaan, “Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) dan Hari Konservasi Alam Sedunia (World Nature Conservation Day)”. Secara bersamaan tanggal ini menyimpan pesan mendalam mengenai keterhubungan yang tak terpisahkan antara kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.
Secara tradisional, isu kesehatan medis seperti hepatitis virus dan isu kelestarian ekosistem sering dipandang sebagai dua disiplin yang berdiri sendiri. Namun, perkembangan paradigma ilmu pengetahuan modern, khususnya konsep One Health, menunjukkan bahwa kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem bumi berada dalam satu kesatuan sistemik yang saling mempengaruhi.
Sintesis Kesehatan Tubuh dan Lingkungan
Kesehatan tubuh dan lingkungan saling terikat erat karena kondisi alam yang bersih, udara yang sehat, serta air yang layak konsumsi menjadi penopang utama daya tahan tubuh manusia.
Anatomi Peran: Hati Organik vs. Hati Ekologis. Hati (hepar) pada tubuh manusia berfungsi sebagai organ vital yang menyaring racun, memetabolisme nutrisi, dan menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Ketika virus hepatitis (tipe A, B, C, D, atau E) menyerang, fungsi penyaringan ini terganggu dan memicu kerusakan sistemik.
Secara analogis, ekosistem alam berperan sebagai “hati” bagi planet Bumi. Hutan, lahan basah, dan keanekaragaman hayati berfungsi menyaring polutan, mengalirkan air bersih, serta mendaur ulang nutrisi. Kerusakan alam akibat deforestasi, pencemaran air, dan eksploitasi berlebihan bertindak layaknya “hepatitis ekologis” yang merusak daya dukung lingkungan.
Isu Lingkungan sebagai Determinan Kesehatan (Hepatitis E & A). Keterkaitan langsung antara konservasi alam dan pencegahan hepatitis tampak nyata pada penularan jenis hepatitis enterik (Hepatitis A dan E). Sanitasi dan Sumber Air: Penularan Hepatitis A dan E terjadi secara fecal-oral, sering kali disebabkan oleh konsumsi air yang tercemar. Konservasi sumber daya air dan perlindungan daerah aliran sungai (DAS) merupakan tindakan pencegahan primer untuk mengurangi risiko epidemi hepatitis jenis ini.
Kerusakan Habitat dan Zoonosis: Hepatitis E juga memiliki sifat zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia). Kerusakan habitat alami memicu perubahan pola interaksi antara satwa liar, hewan ternak, dan manusia, yang meningkatkan risiko lompatan patogen (spillover).Sinergi Kebijakan dan
Edukasi Publik
Peringatan ganda pada 28 Juli memberikan momentum strategis untuk mengintegrasikan kampanye kesehatan masyarakat dan perlindungan lingkungan: Gaya Hidup Berkelanjutan: Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan limbah plastik mencegah tercemarnya ekosistem tanah dan air, yang pada akhirnya menjaga rantai makanan manusia dari kontaminan toksik pelindung organ hati.
Penguatan Layanan Kesehatan Hijau: Pengelolaan limbah medis (seperti jarum suntik bekas tes atau vaksinasi hepatitis) secara ramah lingkungan mencegah pencemaran alam kembali ke pemukiman warga.
- Sanitasi Air: Penularan Hepatitis A sangat bergantung pada kebersihan air dan sanitasi; konservasi sumber daya air melindungi pasokan air bersih masyarakat.
- Pencemaran Toksik: Kerusakan alam dan paparan bahan kimia berbahaya seperti pestisida merusak fungsi organ tubuh, termasuk organ hati manusia.
- Pendekatan One Health: Menyadari bahwa bumi yang sehat dan bebas polusi adalah fondasi utama untuk mewujudkan masyarakat yang terhindar dari penyakit menular maupun tidak menular.
Integrasi peringatan.
Integrasi peringatan Hari Hepatitis Sedunia dan Hari Konservasi Alam Sedunia pada 28 Juli menciptakan keselarasan penting melalui pendekatan kesehatan satu bumi (One Health), yang menghubungkan kebersihan lingkungan dengan pencegahan penyakit radang hati, akses layanan kesehatan inklusif, dan pelestarian ekosistem berkelanjutan.
Integrasi peringatan tersebut menegaskan pesan utama, kesehatan manusia tidak dapat terwujud di atas planet yang sakit. Menjaga kesehatan organ hati manusia melalui vaksinasi, deteksi dini, dan pola hidup sehat harus berjalan seiring dengan upaya konservasi alam melalui pelestarian hutan, pengurangan emisi, dan perlindungan keanekaragaman hayati. Memahami keterkaitan ini adalah langkah awal menuju pemulihan kesehatan global yang holistik dan berkelanjutan.
- Penulis : Tauhid Ichyar
- Pemerhati Lingkunan Hidup Dan Sosial Masyarakat
