1.902 KK terdampak banjir di Tapanuli Tengah

Di Kecamatan Kolang tercatat 1.261 KK yang tersebar di dua desa terdampak bencana banjir tersebut. Kemudian Kecamatan Sarudik sebanyak 338 KK di dua kelurahan dan Kecamatan Pandan 150 KK.

Medan-persatuannewscom. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 1.902 kepala keluarga (KK) terdampak bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Laporan Pusdalops PB Sumut yang diterima di Medan, Senin, menyebutkan banjir diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 17 hingga 22 November 2025. Pusdalops PB Sumut mencatat 1.902 KK yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak banjir tersebut.

Di Kecamatan Kolang tercatat 1.261 KK yang tersebar di dua desa terdampak bencana banjir tersebut. Kemudian Kecamatan Sarudik sebanyak 338 KK di dua kelurahan dan Kecamatan Pandan 150 KK.

Baca juga :

  1. Tinjau Kantor Sekretariat Prof Bahdin Tegaskan Komitmen Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Segala Bencana
  2. Menelisik Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Timah.
  3. Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas sejauh 7 kilometer

Selanjutnya, Kecamatan Lumut 78 KK, Kecamatan Barus 65 KK, dan Kecamatan Tukka 10 KK. “Akibat kejadian tersebut, sedikitnya delapan kelurahan dan lima desa di wilayah itu terdampak banjir,” ujarnya

Pusdalops PB Sumut menyebut korban jiwa nihil, tetapi 45 jiwa dari 10 KK mengungsi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan bahwa data tersebut sifatnya sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut atas kejadian bencana banjir.

Ia mengatakan bahwa berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemangku kebijakan terkait.

“Pemerintah setempat telah melakukan koordinasi dan asesmen ke lokasi terdampak, serta melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2025
Exit mobile version