Kabanjahe-persatuannews.com. Pimpinan Daerah Persatuan Islam (Persis ) Kabupaten Karo menggelar Musyawarah Daerah pada Ahad (4/5/2025). Terpilih secara aklamasi Arif Fauzan Ginting untuk memimpin PD Persis Karo masa jihad 2025-2029.
Musda di supervisi Sekretaris PW Persis Sumut, Surya Dharma. Setelah pelaksanaan Musda dilanjutkan dengan pelantikan pengurus. Hadir pada kesempatan itu Penasihat PW. Persis Sumut, Abdul Aziz, Mawardi Tanjung, Bendahara Tauhid Ichyar, dan Rombongan Persistri Sumatra utara, Ketua MUI Karo Ust Fahri Samadin Tarigan dan Forkopimda Karo.
Baca Juga :
- Memaknai Silaturrahmi Dalam Membangun Karakter Islami
- Tasykil Laz Persis Sumut Resmi di Lantik
- Jangan Abaikan Masa Senjamu
Ketua panitia Azwar Arif, menyampaikan dengan dilaksanakan dan dilantiknya Pengurus Persis diharapkan terjalinnya silaturahmi antar sesama, motto Musda kali ini adalah”Persis Berdakwah, Berdampak”
Arif Fauzan Ginting dalam orasinya mengajak jajaran untuk segera melaksanakan kerja-kerja dakwah yang nyata ditengah-tengah masyarakat. Sedangkan Ketua PW Persis Sumut KH. Muhammad Nuh berpesan agar para anggota Persis Karo dan Sumut mengembangkan kegiatan jam’iyah. “Apalagi ada wacana Muktamar Persis tahun 2027 kemungkinan dilaksanakan di Sumatera Utara,” ujar M. Nuh yang juga saat ini diamanahi anggota DPD RI mewakili Sumatera Utara.

Secara historis, tokoh-tokoh Persis sejak awal kemerdekaan, hadir dalam pentas perjuangan Nasional. Nuh mencontohkan Mohammad Natsir, adalah didikan A. Hassan. Natsir sebagai Soko Guru Persis dengan Misi Integralnya Indonesia kembali menjadi NKRI yang selanjutnya Natsir dipercaya menjadi Perdana Menteri pada masa itu.
Pada kesempatan tersebut, Nuh menyampaikan kini dunia Islam masih menghadapi permasalahan perjuangan Palestina. Alhamdulillah Persis sejauh ini aktif memberikan dukungan dan bantuan nyata bagi perjuangan rakyat Palestina.
Apalagi di PBB saat ini ada 148 negara yang mendukung agar Palestina menjadi anggota tetap PBB. Hanya 9 negara yang menolak, tentu Israel dan Amerika diantaranya dan 25 negara abstain. Secara politik mayoritas negara-negara dunia menginginkan kemerdekaan Palestina.
Pewarta : M. Ashshiddiqy
Editor : Abdul Aziz





