Medan-persatuannews.com.Kulit manusia adalah lapisan luar dari tubuh. Ia adalah organ terbesar dari sistem yang menutupi tubuh manusia. Kulit memiliki beberapa lapisan jaringan ektodermal dan penjaga otot, tulang, ligamen dan organ internal yang ada dibawahnya.
Allah ﷻ berfirman :
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًا ۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِ يْزًا حَكِيْمًا
Artinya : “Sungguh orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”(QS. An-Nisaa’ : 56).
Kulit manusia adalah organ terbesar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung, pengatur suhu dan indra peraba. Terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu epidermis (lapisan terluar), dermis (lapisan tengah), dan hipodermis (lapisan terdalam), kulit melindungi tubuh dari patogen, cedera, dan radiasi UV.
Kulit memiliki sel mesodermal, pigmentasi, atau melanin yang disediakan oleh melanosit, yang menyerap sebagian radiasi ultraviolet berpotensi berbahaya (UV) sinar matahari. Ia juga mengandung enzim perbaikan DNA yang membantu mengurangi efek merusak UV.
Allah ﷻ berfirman :
اَللّٰهُ نَزَّلَ اَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتٰبًا مُّتَشَا بِهًا مَّثَا نِيَ ۖ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ۚ ثُمَّ تَلِيْنُ جُلُوْدُهُمْ وَقُلُوْبُهُمْ اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهْدِيْ بِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَا دٍ
Artinya : “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.” (QS. Az-Zumar 39: 23)
Baca juga :
- Tinjau Kantor Sekretariat Prof Bahdin Tegaskan Komitmen Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Segala Bencana
- Tulang Ekor Sebagai Microchip
- Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas sejauh 7 kilometer
Kulit manusia memiliki luas permukaan antara 1,5-2,0 meter persegi (16,1-21,5 sq ft), sebagian besar tebalnya antara 2–3 mm (0,10 inci). rata-rata 1 inci persegi (6,5 cm²) dari kulit memegang 650 kelenjar keringat, 20 pembuluh darah, 60.000 melanosit, dan lebih dari 1.000 ujung saraf.
Warna kulit alami tergantung pada zat yang disebut pigmen melanin. Zat ini diproduksi oleh melanosit di dalam sel-sel kulit dan memainkan peran utama dalam menentukan warna kulit.
Jika produksi melanin meningkat, kulit jadi semakin tampak gelap. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti paparan sinar matahari, penggunaan skincare, dan proses penuaan alami.
Penelitian Dietary water affects human skin hydration and biomechanics yang terbit pada Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology menyatakan bahwa air adalah komponen besar tubuh manusia. Air memainkan peran penting dalam keseimbangan fisiologis normal kesehatan kulit.
Melalui berbagai eksperimen diketahui, bahwa kulit manusia bertanggungjawab atas rasa panas dan dingin. Pusat-pusat rasa panas ada pada lapisan kulit. Jika kulit terkelupas, maka badan tidak merasakan panas lagi.
Allah ﷻ memberikan siksaan di Neraka kepada orang-orang kafir pada kulitnya. Setiap kali kulit terbakar, tumbuh lagi. Rasa sakit paling dahsyat adalah sakit karena terbakar. Pusat-pusat dan sel-sel rasa panas terpengaruh langsung oleh terbakar kulit secara terus menerus.
Allah ﷻ berfirman :
لَا تُبْقِيْ وَ لَا تَذَرُ لَـوَّا حَةٌ لِّلْبَشَرِ
Artinya : “Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan yang menghanguskan kulit manusia.” (QS. Al-Muddassir 74:28-29)
نَزَّاعَةً لِّلشَّوَىٰ
Artinya: Yang mengelupas kulit kepala. (QS Al-Ma’arij 70 : 16)
Dari aspek kedokteran diketahui diantara jenis siksaan dan rasa sakit paling dahsyat yang dirasakan manusia adalah ketika kulitnya dibakar.
Allah ﷻ berfirman :
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بَِٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ [البقرة: ٣٩]
Artinya :”Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (QS Al-Baqarah 2: 39)
يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا ١٣ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ [الطور: ١٣، ١٤]
Artinya : Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat- kuatnya. (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”. QS Ath-Thuur 52: 13-14)
Orang-orang yang berada di neraka akan dibakar sampai hangus tubuhnya, ia tidak mati. Tidak ada lagi kematian, sehingga mereka benar-benar merasakan pedihnya siksaan Allah ﷻ.
Azab yang sangat pedih, ketika kulit sudah terbakar hangus dengan sakit yang luar biasanya, maka Allah ﷻ menggantinya dengan kulit baru, sehingga para penghuni Neraka tetap merasakan sakitnya siksa yang ditimpakan kepada mereka.
- Penulis : Tauhid Ichyar, Ka. Kantor LAZ Persis Sumatera Utara
- Anggota Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara











