Medan-persatuannews.com. Sesungguhnya dalam Islam, hujan adalah rahmat dan tanda kebesaran Allah yang membawa berkah, tetapi banjir adalah musibah yang bisa menjadi ujian, peringatan, atau akibat dari kerusakan lingkungan atas perbuatan manusia.
Tentunya sikap yang dianjurkan saat hujan gerimis atau deras yang mengundang banjir dari pegunungan adalah berdoa untuk perlindungan, bersabar, dan melakukan ikhtiar seperti menjaga lingkungan dan tentunya membantu sesama yang membutuhkan pertolongan.
Allah ﷻ berfirman :
وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَٰرَكًا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّٰتٍ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ
Artinya: Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. (QS Qaf :9)
Sesungguhnya dalam Islam, hujan adalah rahmat dan tanda kebesaran Allah yang membawa berkah, tetapi banjir adalah musibah yang bisa menjadi ujian, peringatan, atau akibat dari kerusakan lingkungan atas perbuatan manusia.
Tentunya sikap yang dianjurkan saat hujan gerimis atau deras yang mengundang banjir dari pegunungan adalah berdoa untuk perlindungan, bersabar, dan melakukan ikhtiar seperti menjaga lingkungan dan tentunya membantu sesama yang membutuhkan pertolongan.
Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
Artinya : “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an”, (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”). (HR. Bukhari no. 1032)
Baca juga :
- Tinjau Kantor Sekretariat Prof Bahdin Tegaskan Komitmen Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Segala Bencana
- Menelisik Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Timah.
- Gunung Semeru erupsi disertai luncuran awan panas sejauh 7 kilometer
Sebagaimana diberitakan Nopember ’24 bencana banjir di Kota Medan, melanda 10 kecamatan akibat luapan tiga sungai besar, yakni Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Sei Belawan. Momen pilkadapun terabaikan, pesta rakyat menjadi kesedihan rakyat yang terkena banjir.
“Awalnya hanya lima kecamatan, tapi kini meluas menjadi 10 kecamatan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, Kamis (28/11/2024). Sebanyak 7.699 rumah terendam banjir, dengan korban terdampak mencapai 8.741 kepala keluarga atau 24.874 jiwa seperti dilansir Antara.
Kota Medan kembali lagi dilanda banjir besar pada Kamis (27/11/2025). Hujan sejak dini hari menyebabkan Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan meluap. Banjir cukup parah terjadi di kawasan Jalan Jaya Tani, Deliserdang.
Sedikitnya 200 rumah tenggelam setelah air naik cepat sejak pukul 07.00 WIB. “Air sudah dua meter, semua gang terendam. Anggrek I, II dan III tenggelam semua. Mohon bantuan,” kata warga dalam laporan video yang diterima Tribun.
Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan dari 21 kecamatan, hanya dua kecamatan yang tidak terdampak banjir, yakni Medan Area dan Medan Perjuangan. “Pemko Medan berada dalam masa kesiagaan menghadapi cuaca ekstrem, menyusul hujan deras yang terus berlangsung sejak dua hari terakhir,” kata Rico. Sebagaimana diberitakan cnnindonesia. Kamis (27/11).
Banjir merupakan suatu peristiwa alam yang terjadi ketika air dari sungai atau sumber air lainnya meluap ke daratan yang biasanya surut. Peristiwa ini dapat disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, sistem drainase yang buruk atau penggundulan hutan. Hal ini terlihat ribuan ton golondongan kayu tanpa kulit hanyut disungai Batangtoru Tapanuli Selatan.
Banjir dapat menggenangi kawasan permukiman, lahan pertanian, dan infrastruktur, yang seringkali mengakibatkan kerusakan fisik, kerugian ekonomi, serta dampak kesehatan bagi masyarakat.
Selain itu, banjir juga dapat terjadi karena gabungan faktor alam dan aktivitas manusia. Misalnya, pembangunan wilayah yang tidak mempertimbangkan kapasitas penyerapan air dan alih fungsi lahan dari kawasan hijau menjadi kawasan permukiman atau industri.
Banjir merupakan permasalahan yang kerap terjadi di Kota Medan dan menjadi ancaman bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan tergenang air. Setiap tahun, berbagai kecamatan di kota ini mengalami banjir yang menyebabkan kerugian materiil dan nonmateriil.
Seperti kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas masyarakat, serta munculnya berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini semakin diperparah oleh curah hujan yang tinggi, sistem drainase yang kurang memadai, dan faktor lingkungan. Atau prilaku masyarakat yang jorok, membuang sampah sembarangan
Sabda Rasulullah ﷺ :
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Artinya : Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari no. 1014)
Ketika hujan turun dengan deras hingga menyebabkan banjir di beberapa wilayah, sebagai seorang muslim hendaknya tidak hanya melihatnya sebagai peristiwa alam semata, melainkan juga sebagai tanda kebesaran dan peringatan dari Allah ﷻ.
Hujan dan banjir adalah bagian dari kekuasaan Allah yang mengatur alam semesta sesuai kehendak-Nya. Dalam keadaan seperti itu, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan mengingat Allah, memohon perlindungan dari segala bencana dan musibah.
Banjir juga mengingatkan kita pada kisah Nabi Nuh As, yang diutus oleh Allah ﷻ untuk memperingatkan kaumnya agar tidak kufur. Nuh berdo’a yang mencerminkan kepasrahan total seorang hamba kepada Allah ﷻ, memohon pertolongan-Nya di saat musibah itu datang.
Allah ﷻ berfirman :
وَقِيلَ يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Artinya: Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS Hud 11:44)
Berdo’alah ketika hujan turun dan banjir melanda, sebagaimana yang telah dicontohkan para Nabi ketika menghadapi musibah tersebut.
- Penulis : Tauhid Ichyar, Ka.Kantor Perwakilan LAZ Persis Sumatera Utara.
- Anggota Ukhuwah Islamiyah MUI Sumatera Utara.





