Usai Banjir Belajar Antri BBM

Antrian terkadang menyisakan kekesalan, apabila orang yang tidak punya kepedulian kepada sesama ikut mengantri, ia akan berbuat sesukanya dalam antrean, potong sana, potong sini untuk mendapat antrean lebih dahulu.

Medan-persatuannews.com. Antrean adalah urutan item yang diproses berdasarkan prinsip “masuk pertama, keluar pertama” (First-In, First-Out atau FIFO). Dalam kehidupan sehari-hari, ini adalah barisan orang yang menunggu giliran, seperti di kasir atau loket. Dalam komputasi, antrean adalah struktur data atau sistem tempat tugas atau data menunggu untuk diproses.

Antrian terkadang menyisakan kekesalan, apabila orang yang tidak punya kepedulian kepada sesama ikut mengantri, ia akan berbuat sesukanya dalam antrean, potong sana, potong sini untuk mendapat antrean lebih dahulu.

Jepang adalah negara yang paling terkenal disiplin dalam hal antri, di mana budaya ini diajarkan sejak kecil sebagai bentuk penghormatan terhadap orang lain. Selain Jepang, negara lain seperti Singapura dan Kanada juga dikenal memiliki budaya antre yang tertib.

Kebiasaan mengantri orang Jepang inilah yang  tidak perlu diragukan lagi. Bahkan sampai-sampai, orang Jepang itu masuk ke dalam kategori orang terdisiplin sedunia. Jadi, terbayang bagaimana mereka disiplin dalam hal apapun, salah satunya adalah dalam hal mengantri.

Tidak hanya itu, para siswa-siswi di Jepang juga mendapat urutan pertama sebagai siswa yang paling teladan. Sistematis dan teratur, masyarakat Jepang secara otomatis membentuk barisan rapi di berbagai tempat, seperti stasiun kereta, halte bus, toko, dan bahkan saat terjadi bencana alam.

Fenomena antrean panjang di Medan terjadi setelah banjir besar yang melanda Kota Medan Kamis malam. Saat aliran sungai mulai surut pada Jumat (28/11/2025), warga menghadapi masalah baru. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mendadak habis sejak Jumat siang hingga malam.

Baca juga :

    1. Menhut: Bencana di Sumatera titik balik perbaikan tata kelola hutan
    2. Anggota DPD RI Muhammad Nuh: Tekankan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa, Dalam Workshop Bersama BPKP, Kanwil DJPB Prov. Sumut di Kabupaten Langkat.
    3. 1.902 KK terdampak banjir di Tapanuli Tengah

Sejumlah SPBU di Kota Medan terlihat dipenuhi warga yang mengantri untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM). Pertamina membenarkan bahwa SPBU di Kota Medan penuh antrian dikarenakan pasokan BBM terkendala. Untuk tertib antrian beberapa polisi hadir untuk mengatur antrean pengisian BBM.

Sabtu pagi (29/11/’25) antrian panjang di SPBU Ringroad, ratusan konsumen menunggu kedatangan truk Pertamina untuk mengisi BBM, hingga jam 10:00 WIB belum juga terlihat. Akibatnya, ratusan pengendara roda dua maupun roda empat kewalahan mencari BBM.

Tak sedikit kendaraan yang mogok di jalan karena kehabisan bensin. Salah satu warga, mengaku terpaksa mendorong lebih dari 500 meter kendaraannya di kawasan Ringroad karena kehabisan BBM. Sudah SPBU yang ketiga disinggahinya.

“Tiba-tiba motor mati, lihat tanki ternyata kosong, mendorong hingga cukup jauh”, ujar bang Ucok. “belajar bang,” ujar ku padanya, “belajar apa pulak?”, katanya lagi, “belajar mendorong dan belajar antrian bang”, ujarku mengingatkannya, “abang harus dibelakang sana”, tegasku padanya. “akh, oh ya’, sebutnya lagi, lalu bergerak. Jika kita masih suka menyerobot antrian maka kita harus banyak belajar dari disiplinnya orang Jepang.

  • Penulis : Tauhid Ichyar
  • Pemerhati Sosial Masyarakat

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed