Aceh Tamiang-persatuannews.com.Tahun lalu, pada Rabu (28/11/25) sebanyak enam desa di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang terendam banjir akibat meluapnya air Sungai Tamiang. Pada Sabtu (10/1/’26) tim Persis Peduli berkunjungan ke Desa Paya Penang Dusun Metro Jaya Kecamatan Rantau berbagi donasi dan memberikan Trauma Healing kepada anak-anak.
Bencana banjir di Desa ini mencapai bubungan atap, terlihat dari beberapa rumah yang terdampak. “Ketika banjir terjadi saya hanyut, namun saya tersangkut dibatang pohon”, sebut Ijun, seorang anak berusia 14 tahun bercerita saat banjir terjadi. “selama 2 hari saya dibatang pohon, sampai ada yang datang memberikan pertolongan,” ujar Ijun lagi, saat bercerita kepada tim Persis Peduli.
“Dikecamatan ini, banjir telah melanda beberapa desa yaitu Desa Metro Jaya, Desa Alur Manis, Landuh, Benua Raja, Durian, Paya Bedi, dan Desa Rantau Pauh”, ujar Ika Lestari Nasution, Ibu Rumah Tangga yang berprofesi sebagai Notaris. Ika menyebutkan, “Warga yang rumahnya terdampak banjir telah kembali dari pengungsian, Alhamdulillah, masyarakat saat ini sudah beraktifitas seperti biasa. Mereka kembali ke rumah masing-masing, namun trauma healing masih terasa pada sebagian masyarakat khususnya anak-anak,”sebut Ika lagi.
Dari kunjungan Tim Persis Peduli terlihat jalanan yang melintasi sepanjang jalan menuju Desa Metro Jaya masih terlihat genangan lumpur yang menumpuk dirumah-rumah masyarakat, apalagi dalam beberapa hari sebelumnya, Kamis dan Jum’at turun hujan seharian.
Tim Persis Peduli berkunjung ke Desa Metro Jaya terdiri dari; Tauhid Ichyar selaku pimpinan tim Persis Peduli, didampingi Mawardi Tanjung, Otto Sujadi dan Andri Klumpang. Sedangkan dua orang lagi, Yusniara Abdullah dan Suhaimi, hadir mewakili PW Persistri Sumut. Keduanya hadir memberikan trauma healing kepada Masyarakat di Desa Metro Jaya.
Baca juga :
- Sosialisasi 4 Pilar Bersama Guru, Senator M Nuh Tekankan Pentingnya Literasi dan Mitigasi Bencana di Sekolah
- PERSIS PEDULI Gerakkan Bantuan dan Penggalangan Dana Bencana Sumatera dan Aceh
- Persis Sumut Berbagi Sembago di beberapa Desa Terdampak Banjir
Dalam membangkitkan semangat untuk bangkit kembali, diperlukan sebuah proses pemulihan dari respons emosional terhadap kejadian mengerikan, seperti bencana alam, kekerasan, atau kehilangan. Dengan tujuan mengembalikan ketenangan, rasa aman, dan fungsi hidup sehari-hari yang terganggu akibat trauma.
“Assalamulaikum warohmatullah wabarakatuh, ibu-ibu dan anak-anak yang kami cintai, sebulan lalu ada peristiwa bencana banjir di Aceh Tamiang ini, peristiwa ini sungguh sangat memprihatinkan kita semua. Kami dari Persis Peduli tentu sangat peduli dengan kejadian ini”. Ujar Yus membuka percakapan siang itu.
“Kita harus mampu menjadi hamba yang tangguh, ada Allah SWT bersama orang-orang yang sabar. Tentu bencana terjadi saat ini tidak menggoyahkan iman kita. Dan itu justru meningkatkan kadar iman kita,” ujar Yus lagi. Ia melanjutkan, “kesabaran, penerimaan diri, kekuatan spritual, dan senantiasa mengingat kebesaran Allah SWT merupakan penyembuhan diri dari trauma. Kami hadir disini sebagai saudara yang berempati atas luka yang dirasakan saudaranya. Tentu kita adalah hamba yang telah tershibghah dengan dinuel Islam, sehingga mampu menerima cobaan-Nya. Allah memberikan cobaan karena hamba-Nya tersebut sanggub menerimanya”, sebut Yus lagi.
Ibu-ibu serta anak-anak yang tampak serius mendengarkan ceramah singkat dalam menghadapi trauma healing sebagaimana yang sedang mereka hadapi saat itu. Anak-anak yang hadir siang itu tidak lagi tampak trauma. Beberapa anak-anak antusias menyampaikan beberapa do’a-do’a pendek dalam menghadapai bencana. Semangat diri masing-masing yang hadir, terlihat saat berbincang menceritakan pengalaman kejadian yang memporak prandakan Aceh.
Sebanyak 70 paket donasi bantuan banjir Persis Peduli, berupa : Al-Qur’an, sajadah, baju koko/batik, kain sarung dan mukenah dibagikan untuk anak-anak dan orangtua. Sedang 30 paket lagi beserta aqua dan roti kering dibagikan kepada Masyarakat disekitar jalan Tjut Nya’dien.
- Pewarta : M. Ashshiddiqy
- Editor : Adi Syahputra Nasution
