Kamu adalah Umat Terbaik

Dalam Islam, umat terbaik adalah umat Nabi Muhammad ﷺ, yaitu kaum Muslimin yang mengimani dan mengikuti ajaran Al-Qur'an serta sunnahnya, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia di dunia, mengemban amanah sebagai khalifah Allah ﷺ.

Medan-persatuannews.com.Sesungguhnya Allah ﷻ menjadikan umat Islam sebagai umat pilihan, yaitu umat terbaik yang siap mengajak pada kebajikan; umat yang memiliki keberanian dan kemampuan untuk mencegah terjadinya kemungkaran, perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah ﷻ.

Firman Allah ﷻ :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Artinya : Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar (QS Ali Imrân 3:110)

Dalam Islam, umat terbaik adalah umat Nabi Muhammad ﷺ, yaitu kaum Muslimin yang mengimani dan mengikuti ajaran Al-Qur’an serta sunnahnya, menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia di dunia, mengemban amanah sebagai khalifah Allah ﷺ.

Konsep ini bukan berarti superioritas mutlak, tetapi tanggung jawab besar untuk menjadi contoh kebenaran dan keadilan di muka bumi.

Baca juga :

  1. Sosialisasi 4 Pilar Bersama Guru, Senator M Nuh Tekankan Pentingnya Literasi dan Mitigasi Bencana di Sekolah
  2. PERSIS PEDULI Gerakkan Bantuan dan Penggalangan Dana Bencana Sumatera dan Aceh
  3. Persis Sumut Berbagi Sembago di beberapa Desa Terdampak Banjir

Dengan dipilihnya umat Islam sebagai umat terbaik. Maka sudah semestinya ucapan, perbuatan dan tingkah laku harus diikuti dengan kata-kata yang baik dan lemah lembut.

Dalam Islam perbuatan yang makruf, semua tindakan yang mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia dan sesuai dengan tuntunan Allah ﷻ. Sebaliknya, perbuatan yang mungkar adalah semua tindakan yang mendatangkan kerugian bagi umat manusia dan bertentangan dengan hukum-hukum yang telah digariskan oleh Allah ﷻ.

Pada ayat diatas disebut umat terbaik dilahirkan untuk manusia. Artinya seiring dengan ditunjuknya kita sebagai umat terbaik maka ada tugas khusus untuk mengajak manusia melakukan amar ma’ruf, nahi munkar.

Yakni bagaimana umat terbaik tersebut dapat mengajak, mendidik, menyeru dan memotivasi saudaranya atau orang lain dengan aktifitas dan tingkah laku yang ma’ruf sesuai perintah dan aturan Allah ﷻ.

Islam mengajak kepada yang ma’ruf, maka kalimat selanjutnya adalah mencegah dari yang mungkar. Karena tidak dapat dipungkiri, kita mengetahui dan merasakan kemungkaran, kegiatan yang tidak sesuai dengan perintah dan ajaran-Nya.

Kegiatan yang menjurus pada kemaksiatan serta kemudharatan itu ada di depan mata, di sekeliling kita, tetapi kita tak mampu menghentikannya.

Padahal Rasulullah ﷻ dengan tegas bersabda ancaman Allah SWT atas umat yang tidak mencegah terjadinya kemungkaran.

Dari Ḥużaifah ra, Rasulullah ﷺ bersabda :

عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: «وَالَّذِي نَفسِي بِيَدِه، لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعرُوف، وَلَتَنهَوُنَّ عَنِ المُنْكَر؛ أَو لَيُوشِكَنَّ الله أَن يَبْعَثَ عَلَيكُم عِقَاباً مِنْه، ثُمَّ تَدعُونَه فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُم».
[حسن] – [رواه الترمذي وأحمد]

Artinya : Dari Ḥużaifah bin Al-Yamān ra, Rasulullah SAW bersabda : “Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian benar-benar memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran atau Allah akan menimpakan kepada kalian siksaan dari sisi-Nya, kemudian kalian berdoa kepadanya namun Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR Tirmiżi)

Maka tugas umat Islam sebagai insan terbaik konsekuensinya adalah harus siap mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan. Apapun posisi kita, apapun kondisi kita dan apapun status kita memiliki tugas yang sama, yaitu tugas yang digariskan dalam surat Ali Imran 3 : 110.

Sabda Rasulullah ﷺ :

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Artinya: “Jika di antara kamu melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu, dan jika kamu tidak cukup kuat untuk melakukannya, maka gunakanlah lisan, namun jika kamu masih tidak cukup kuat, maka ingkarilah dengan hatimu karena itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).

Untuk menjadi umat terbaik, maka tidak lain kecuali kita semua harus istiqomah di jalan Allah ﷻ dalam menjalankan nilai-nilai Islam. Wajib bagi setiap orang mampu melakukannya, sebagaimana yang dijelaskan oleh hadits di atas. Dalam hal ini seseorang apabila melihat suatu kemungkaran maka wajib mengubahnya dengan tangan bila mampu melakukannya.

Seperti penguasa atas wilayah kekuasaannya, pejabat birokrasi terhadap bawahannya, kepala keluarga terhadap istri, anak dan keluarganya serta mengingkari dengan tangannya.

Sabda Rasulullah ﷺ :

قَالَ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ فِي قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا عَلَيْهِ فَلَا يُغَيِّرُوا إِلَّا أَصَابَهُمْ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَمُوتُوا

Artinya : Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki berada pada sebuah kaum yang di dalamnya dilakukan suatu kemaksiatan, mereka mampu mengubah kemaksiatan tersebut lalu tidak melakukannya, maka Allah akan menimpakan siksa kepada mereka sebelum mereka meninggal.” (HR. Abu Dawud dari Jarir, hadits no. 3776).

Imam Al Marrudzy bertanya kepada Imam Ahmad bin Hambal, “Bagaimana beramar ma’ruf nahi mungkar?” Beliau menjawab, “Dengan tangan, lisan dan dengan hati, ini paling ringan,” saya bertanya lagi: “Bagaimana dengan tangan?” Beliau menjawab, “Memisahkan di antara mereka,” dan aku melihat beliau melewati anak-anak kecil yang sedang berkelahi, lalu beliau memisahkan di antara mereka.

  • Pewarta : M. Ashshiddiqy
  • Editor : Adi Syahputra Nasution

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *