Aceh Tamiang-persatuannews.com. Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari terhitung sejak tanggal 9 Januari hingga 22 Januari 2026. Dengan pertimbangan kondisi penanggulangan bencana, sebaran korban terdampak, masih terdapat wilayah yang terisolasi dan perlunya percepatan layanan publik serta administrasi pemerintahan.
Tim Persis Peduli bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran USU pada Kamis (15/01/’26) hadir Daerah Babo Kecamatan Bandar Pusaka, Desa Begindam. Kehadiran tim Persis Peduli terdiri dari; Abdul Aziz, Mawardi Tanjung, Joko Imawan, Otto Sujadi, Surya Darma, Wihdan, Duta Jamaluddiun, Susanti, Ust. Nopi didampingi Relawan Persis Peduli yang sudah 2 bulan di Aceh serta Tauhid Ichyar, kehadirannya di Serambi Mekah sangat dinantikan Masyarakat.
Terlihat antusiasnya Masyarakat dalam menyambut kehadiran rombongan Persis Peduli. Kehadiran Persis Peduli siang itu begitu ceria untuk berbagi bantuan penyintas banjir dan pemeriksaan Kesehatan Masyarakat.
Baca juga :
- Sosialisasi 4 Pilar Bersama Guru, Senator M Nuh Tekankan Pentingnya Literasi dan Mitigasi Bencana di Sekolah
- PERSIS PEDULI Gerakkan Bantuan dan Penggalangan Dana Bencana Sumatera dan Aceh
- Persis Sumut Berbagi Sembago di beberapa Desa Terdampak Banjir
Daerah Babo adalah kampung di kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Daerah ini sempat dihantam Banjir Setinggi 15 Meter. Babo berjarak 40 km dari ibukota Kabupaten. Didaerah ini masih terlihat jelas dampak banjir di rumah-rumah penduduk, mereka butuh bantuan sandang dan kesehatan.
Babo memiliki luas wilayah sekitar 252,37 km² untuk kecamatannya dan merupakan desa dengan penduduk terbanyak di kecamatan tersebut, yaitu 2.544 jiwa pada tahun 2017. Babo menjadi pusat administratif dengan populasi signifikan di wilayah hutan yang luas di Aceh Tamiang.

Warga Babo membutuhkan bantuan darurat seperti pelayanan kesehatan, air bersih, dan listrik, karena akses dan fasilitas dasar sering terputus setelah bencana. Warga juga pernah terlihat berusaha bangkit dengan mengolah puing-puing bangunan menjadi rumah sementara.
Kecamatan Bandar Pusaka terdiri dari 15 desa, 40 dusun, dan 1 mukim. Masing-masing Pemerintahan Desa dipimpin oleh Kepala Desa atau Datok Penghulu yang bertanggung jawab kepada Camat. Desa Pengadap dusun 2 ini tidak mengalami kerusakan, namun tetangga yang berada didusun 1 daerah rendah mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang dengan ketinggian air mencapai 5 meter, menyebabkan ratusan kepala keluarga kehilangan rumah dan infrastruktur desa lumpuh total.
Terlihat di Pengadap Dusun 1 sepanjang mata memandang terlihat lumpur yang mengering, kayu-kayu gelondang membentuk barisan bertumpuk-tumpuk, bukit-bukit sekitar terpapras gerusan air bah berputar diseputaran sungai Tamiang terlihat debit air sungai mengecil tertimbun lumpur, sungguh pemandangan yang memprihatinkan.
“Disini ada 17 KK yang menjadi korban bencana, syukurnya semua selamat, hanya semua rumah habis tersapu banjir, termasuk nenek saya,” ujar Irfan penduduk dusun 3, “Air berputar keliling dari arah barat membawa material kayu hingga sampai disini bertumpuk-tumpuk”, sebutnya lagi.

Kehadiran Tim Persis Peduli didesa Pengadap dusun 3 ini, membagikan bantuan banjir yang terdiri dari, Beras 750 kg, telur 750 butir, mie instan 50 kotak, minyak makan 86 botol, kecap asin manis 86 botol, garam 86 kotak, sarden 86 kaleng, gula 86 kg, kopi 86 kemasan, daun teh 86 kotak, saus sambal 86 botol, air mineral 75 kotak. Beberapa obat-obatan terdiri ; Decolgen 86 kota, Bintang Antagin 86 kotak, Minyak kayu puti 86 kotak, promax 86 kotak, Vit C 86 kotak.
Sedangkan tim Kedokteran USU yang dipimpin Dr. dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K) dengan personal dokter umum dan spesialis, datang mengambil tempat di Meunasah desa didusun 3 untuk pemeriksaan Kesehatan Masyarakat Desa Pengadap. Alhamdulillah menjelang Maghrib tiba, seluruh pasien mendapatkan giliran pemeriksaan Kesehatan dan obat-obatan.

Sebagaimana informasi media, diketahui bahwa saat ini yang menjadi fokus pemerintah adalah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, Takengon dan Bener Meriah. Daerah ini dikenal luas karena sering menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah akibat bencana banjir bandang di Aceh Tamiang. Banjir yang disebabkan oleh curah hujan lebat dan faktor geografis lainnya.
- Pewarta : M. Ashshiddiqy
- Editor : Adi Syahputra Nasution






