Medan-persatuannews.com. Didalam Al-Qur’an kata cacing tidak disebutkan secara langsung, namun cacing masuk dalam kategori al-hasyarat yakni hewan-hewan kecil dibumi.
Cacing adalah sebutan bagi hewan bilateral yang biasanya memiliki tubuh seperti tabung silindris yang panjang, tidak memiliki ekstremitas, dan tidak memiliki mata meskipun tidak selalu. Meski tampak menjijikan bagi sebagian orang, hewan yang satu ini ternyata menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan manusia dan lingkungan.
Allah ﷻ berfirman :
۞ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَاۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًاۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ ٢٦
Artinya : Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil daripada itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya. Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan-Nya. Dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Namun, tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik, (QS Al-Baqarah 2:26)
Baca juga :
- Peristiwa Besar Isra’ Mi’raj
- PERSIS PEDULI Gerakkan Bantuan dan Penggalangan Dana Bencana Sumatera dan Aceh
- Persis Sumut Berbagi Sembago di beberapa Desa Terdampak Banjir
Carolus Linnaeus dan Jean-Baptiste Lamarck menyebut semua hewan invertebrata non-artropoda, dan sekarang dianggap parafili. Berasal dari kata bahasa Inggris Kuno wyrm. Sebagian besar hewan yang disebut cacing merupakan invertebrata, tetapi istilah ini juga digunakan untuk sesilia yang tergolong amfibi dan cacing lambat dalam genus Anguis, yang merupakan kadal penggali tanpa kaki.(Wikipedia.com)
Dari hasil penelitian cacing tanah merupakan sumber gizi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Penelitian menemukan bahwa hewan ini mengandung zat gizi penting, seperti asam amino, zat besi, dan kalsium, yang membantu memecah makanan dan memperbaiki jaringan tubuh.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan cacing tanah memiliki efek antioksidan, antikanker, antipiretik, dan antimikroba. Sebuah studi dalam Biomedical and Pharmacology Journal (2017) menemukan ekstrak cacing tanah (Lumbricus rubellus) memiliki efek antioksidan untuk membantu pemulihan tipes.
Ekstrak L. rubellus diketahui menurunkan tingkat radikal bebas, seperti malondialdehyde (MDA) and 8-hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG), pada tikus yang terinfeksi S. typhi.
Dilingkungan alam peran cacing tanah sungguh menakjubkan, ia merupakan kontributor utama yang memperkaya dan memperbaiki kondisi tanah untuk kelangsungan hidup tumbuhan, hewan, dan manusia. (www.alodokter.com)
Rasulullah ﷺ bersabda :
ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Artinya : “Kasihi siapa yang ada di bumi ini, niscaya kalian dikasihi oleh yang ada di langit.” (HR. At-Tirmdzi).
Cacing tanah ini dapat meningkatkan drainase atau aliran air dengan membuat terowongan di dalam tanah. Terowongan ini akan membantu tanah untuk menyerap lebih banyak air. Selain itu, cacing juga membantu memproduksi kompos yang digunakan oleh tumbuhan.
Mereka akan memakan daun yang membusuk dan bahan-bahan organik lainnya dalam tanah, mencernanya, lalu mengeluarkan kotoran (casting) yang mengandung banyak nutrisi untuk tumbuhan. (hellosehat.com)
Cacing tanah juga mempunyai kemampuan untuk menemukan pencemaran tanah di mana mereka tinggal, misalnya pencemaran akibat logam berat.
Dalam jangka panjang, hewan ini bisa meningkatkan kualitas nutrisi tanah dan membuatnya menjadi lebih subur. Jadi, tumbuhan bisa tumbuh dan aman untuk dikonsumsi oleh manusia.
Sabda Rasulullah ﷺ:
لَعَنَ مَنِ اتَّخَذَ شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا
Artinya : “Allah melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hewan berlendir ini juga membantu memproduksi kompos yang digunakan oleh tumbuhan. Mereka akan memakan daun yang membusuk dan bahan-bahan organik lainnya dalam tanah, mencernanya, lalu mengeluarkan kotoran (casting) yang mengandung banyak nutrisi untuk tumbuhan.
Keberadaan cacing tanah memang menjijikan, namun kehadirannya memiliki banyak manfaat yang tidak dapat diremehkan. Meski begitu, kehadiran cacing tanah dalam kehidupan dapat juga menimbulkan penyakit dalam tubuh manusia.
- Penulis: Tauhid Ichyar
- Ka.Kantor Laz Persis Sumut
Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.





