Medan-persatuannews.com. KH Muhammad Nuh, MSP Anggota DPD RI asal Sumatera Utara menginisiasi kegiatan Focus Group Discusion (FGD) terkait polemik pasca bergabungnya Indonesia kedalam Board of Peace buatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump Ahad, (8/2/2026) dihotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, Medan.
Tema terkait FGD kali ini adalah ” Board of Peace, Sebuah langkah strategis atau penyimpangan mandat”. Pada pemaparannya Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara ini mengatakan sikap Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina sudah jelas, karena sudah tertuang didalam pembukaan UUD 1945 alinea pertama, yaitu “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka pejajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri- kemanusiaan dan peri- keadilan”.
“Menyikapi polemik yang berkembang saat ini memang butuh nafas dan stamina yang panjang dan dalam perjuangan multi kompleks seperti ini masing masing kita punya sudut pandang, saya kurang sepakat kalau kita larut, tapi memang harus kompromis juga, harapan itu tidak boleh hilang, persoalan kemenangan itu ada ditangan Allah SWT”, jelas Muhammad Nuh.
Baca juga :
- Peristiwa Besar Isra’ Mi’raj
- PERSIS PEDULI Gerakkan Bantuan dan Penggalangan Dana Bencana Sumatera dan Aceh
- Persis Sumut Berbagi Sembago di beberapa Desa Terdampak Banjir
Kita semua berharap Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perjuangan rakyat Palestina, Nuh lalu mencontohkan bagaimana Indonesia telah mengambil peran penting dalam terlaksananya Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955 yang diikuti oleh 29 negara, Indonesia juga mengambil peran penting dalam perang Bosnia-Sebia, bahkan membentuk panitia untuk mengirimkan bantuan ke Bosnia seperti makanan, obat obatan dan senjata ucapnya. Maka peran seperti itulah yang seharusnya dimainkan oleh pemerintah kita saat ini. Memang peran Indonesia dalam mendukung rakyat Palestina ada tetapi tidak terdepan.

Pandangan H Hidayatullah, SE Anggota DPR RI tahun 2019-2024 mengatakan saat ini Presiden Amerika Serikat membuat PBB tandingan yang bernama BoP karena Amerika sudah kehilangan pamor di PBB, untuk itu Amerika bentuk BoP agar citra Amerika tetap bagus.
Jangan kita hanya menjadi pelengkap penderita, intinya kita harus tetap aktif memperjuangkan kemerdekaan Palestina meskipun ikut serta dalam BoP, kita juga harus punya cara sendiri dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina jangan terbuai dengan BoP atau PBB, dengan cara kita sendiri banyak jalan untuk membantu Palestina jelas Hidayatullah.
FGD kali ini dihadiri oleh para perwakilan ormas Islam yang ada di Sumatera Utara seperti Al Washliyah, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Persis, PUI, Al Itihadiyah, Matlaul Anwar, Syarikat Islam, JPRMI Sumut, KNRP Sumut, KAHMI MEDAN, Pemuda Persis, MUI Sumatera Utara,Yakesma, IZI, Rumah Zakat, Baik Berisik dan beberapa perwakilan Mahasiswa dari BEM USU dan UIN Sumatera Utara.
- Pewarta: M Ashshidiqqi
- Editor: Adi Syahputra Nst










