Medan-persatuannews.com.Angin, keberlangsungan, keberadaan serta pergerakan angin diatur Allah ﷻ sebagaimana yang Dia kehendaki. Angin bertiup mengikuti perintah-Nya dan setelah mendapatkan izin dari-Nya, ia bergerak kemana perintah itu diberikan.
Firman Allah ﷻ :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur” (QS Ar Rum 30 : 46).
Siklon tropis, tornado, puting beliung dan water spout sama-sama merupakan pusaran atmosfer. Namun demikian, ukuran diameter tornado, puting beliung dan water spout sama-sama berkisar pada ratusan meter dan durasinya singkat (5-10 menit), sedangkan ukuran diameter siklon tropis dapat mencapai ratusan kilometer. (web-meteo.bmkg.go.id)
Firman Allah ﷻ :
وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya, “Dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al Baqarah 2:164).
Baca juga :
- Peristiwa Besar Isra’ Mi’raj
- PERSIS PEDULI Gerakkan Bantuan dan Penggalangan Dana Bencana Sumatera dan Aceh
- Persis Sumut Berbagi Sembago di beberapa Desa Terdampak Banjir
Tornado terjadi di atas daratan, sedangkan siklon tropis di atas lautan luas. Siklon tropis yang memasuki daratan akan melemah dan kemudian mati. Puting beliung merupakan sebutan lokal untuk tornado skala kecil yang terjadi di Indonesia, dan water spout merupakan tornado yang terjadi di atas perairan, dapat berupa danau maupun laut.
Siklon tropis, merupakan salah satu fenomena cuaca paling spektakuler dan menakutkan di planet ini. Di balik keindahan visualnya dari angkasa, siklon tropis adalah gangguan cuaca yang membawa bencana ke mana pun mereka pergi. Siklon tropis dikategorikan sebagai gangguan cuaca yang sangat signifikan.
Siklon tropis terkenal karena anginnya yang dahsyat. Badai ini diklasifikasikan menurut skala Saffir-Simpson untuk hurrikan di Atlantik dan skala kategori serupa di wilayah lain. Bahkan di kategori terendah, angin bisa mencapai kecepatan di atas 119 km/jam.
Sementara kategori tertinggi dapat melebihi 249 km/jam. Angin ini mampu mengoyakkan bangunan, merobohkan pohon besar, dan merusak infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Di beberapa kasus, angin kencang ini membentuk angin puting beliung yang bisa menyebabkan kerusakan lebih parah.
Sesungguhnya langit dan bumi, beserta segala isinya adalah ciptaan Allah, dan berada di bawah kekuasaan-Nya. Angin adalah makhluk yang tidak bisa datang atau pun pergi di waktu pagi atau sore kecuali dengan seizin Tuhannya yang merupakan zat yang mengatur dirinya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اَلرِّيْحُ مِنْ رُوْحِ اللهِ تَأَتَي بِالرَّحْمَةِ وَالْعَذاَبِ فَلاَ تَسُبُّوهَا وَلَكِنْ سَلُوا اللهَ مِنْ خَيْرِهَا وَتَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ شَرِّهَا
Artinya : “Angin itu termasuk ruh (makhluk) Allah yang dapat mendatangkan rahmat dan siksa, maka janganlah kamu mencelanya, tetapi mohonlah kebaikannya kepada Allah dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya”. (HR. Abu Dawud 5097)
Pada saat angin adzab datang, diantaranya adalah kisah yang Allah ceritakan dalam al Qur’an tentang hukuman yang Allah berikan kepada kaum ‘Aad yang merupakan kaum Nabi Hud. Allah hancurkan mereka dengan angin.
Kaum ‘Aad beranggapan bahwa angin tersebut membawa awan yang akan menurunkan hujan, ternyata azab yang Allah kirimkan.
Firman Allah ﷻ :
فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (24)تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لا يُرَى إِلا مَسَاكِنُهُمْ كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (25)
Artinya, “Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan Itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin
yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya. Maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa” (QS al Ahqof:24-25).
وَفِي عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ (41)مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيمِ
Artinya, “Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. Angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk” (QS adz Dzariyat:41-42).
Semua gerakan angin itu dengan seizin-Nya bertiupan atas perintah-Nya. Angin merupakan makhluk-Nya yang yang diperintah. Terkadang dia datang dengan membawa kabar gembira dan rahmat Allah. Di waktu yang lain, dia membawa adzab yang pedih.
- Penulis: Tauhid Ichyar
- Ka.Kantor Laz Persis Sumut
Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.











