Medan-persatuannews.com. Sesunguhnya penyesalan dalam hidup ini merupakan cara terbaik untuk memperbaiki diri, baik besar maupun kecil. Mumpung masih hidup, masih ada kesempatan mendelete perbuatan buruk sebelum nyawa sampai dikerongkongan.
Firman Allah SWT :
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
Artinya : “Dia mengatakan, ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini”.(QS. Al-Fajr 89:24)
Sebelum terlambat, sebelum semuanya menjadi penghambat, yang tinggal hanya penyesalan belaka, maka jadikanlah kesalahan yang memberikan pelajaran berharga, tidak melakukan kesalahan berulang dan segeralah bertobat. Sungguh setiap orang pasti memiliki kenangan masa lalu, baik yang menyenangkan ataupun menyedihkan, apakah itu perbuatan baik atau perbuatan maksiat. Bila masih ada waktu bersegeralah perbaiki diri.
Allâh SWT mengabarkan tentang keadaan orang-orang kafir pada hari Kiamat, saat mereka menyaksikan langsung adzab Neraka dengan mata kepala mereka sendiri. Pada saat itu, mereka menjadi yakin sepenuhnya bahwa mereka akan ditimpa adzab yang ada di hadapan mereka.
Betapa malunya mereka di hadapan Allâh, sampai mereka menundukkan kepala, dalam penyesalan mereka saat itu. Mereka mohon kepada Allâh Azza wa Jalla agar dikembalikan ke dunia untuk melakukan amal shaleh, mereka mengatakan.
Firman Allah SWT :
وَلَوْ تَرٰۤى اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَا كِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَاۤ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَا رْجِعْنَا نَعْمَلْ صَا لِحًـا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ
Artinya : “Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah 32: 12)
”Maksud perkataan ini, sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsîr rahimahullah, “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia untuk melakukan amal shaleh, sesungguhnya kami sekarang telah yakin bahwa janji-Mu adalah benar dan perjumpaan dengan-Mu adalah benar.
Imam Qatâdah rahimahullah mengatakan, “Demi Allâh, mereka tidak berharap dikembalikan ke dunia untuk menjumpai keluarga dan kaum kerabat, akan tetapi mereka berharap dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan ketaatan kepada Allâh SWT.
Baca juga :
- Kapoltabes Medan Buka Akses Informasi Selebar-lebarnya Bagi Wartawan Media Online Anggota IMO-Indonesia
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
- Bukit Barisan Institute Gelar FGD Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung
Harapan dan keinginan orang-orang yang tidak melaksanakan ketaatan kepada Allâh, ketika di dunia ! Karena itu, berbuatlah ketaatan kepada-Nya saat ini, saat kesempatan masih ada.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَسْمِعْ بِهِمْ وَاَ بْصِرْ ۙ يَوْمَ يَأْتُوْنَنَا لٰـكِنِ الظّٰلِمُوْنَ الْيَوْمَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Artinya : “Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Maryam 19:38)
Kemudian mereka menyesali saat dimasa lalu orang-orang buruk akhlaknya menjadi teman akrab, berbagi cerita, bermaksiat bersama serta saling tolong menolong dalam keburukan.
Disaat tidak mampu berbuat apapun yang datang hanya penyesalan, ”Andaikan aku tidak menjadikannya teman akrabku sipolan, tentu aku dapat menjadi orang baik”.
Firman Allah :
يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً
Artinya : “Kecelakaan besarlah bagiku; andaikan aku (dahulu) tidak menjadikan si dia itu teman akrab-(ku).” (QS. Al-Furqan :28)
Selanjutnya penyesalan-penyesalan datang sebagaimana mana Firman Allah SWT :
لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً
Artinya : “Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Setan itu memang pengkhianat manusia.” (QS. Al-Furqan 25:29)
Sebelum semuanya terlambat tentunya kita perlu untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, bersegera memohon ampunan Allah SWT, perbaiki diri dengan meningkatkan amal shalih, banyak bersedekah, memperbanyak berbuat kebaikan, dan menjalin silaturahmi.
Sungguh bila tiba saatnya kelak, di mana lisan tak kuasa lagi bicara, tak mampu memungkiri kejahatan yang dilakukan sekujur tubuhnya. Dan seluruh tubuh tak lagi berpihak pada keinginan manusia, tapi menurut dan taat kepada perintah Rabbnya.
Allah SWT berfirman,
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦۵)
Artinya : “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan-tangan mereka berkata kepada Kami dan kaki-kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang telah mereka usahakan”. (QS Yasin 36:65)
Ibnu Katsier rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini, “ Ini adalah kondisi orang-orang kafir dan orang-orang munafik pada hari kiamat ketika mereka mengingkari perilaku buruk yang mereka lakukan di dunia serta bersumpah dengan apa yang telah mereka lakukan. Lalu Allah menutup lisan-lisan mereka, sedangkan anggota tubuh mereka berbicara tentang apa yang sudah mereka perbuat.”
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Suatu kali kami berada di sisi Rasulullah lalu tiba-tiba beliau tertawa, kemudian bersabda, “Tahukah kalian apa yang menyebabkan aku tertawa?” Kami menjawab, “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu beliau SAW bersabda,
مِنْ مُخَاطَبَةِ الْعَبْدِ رَبَّهُ يَقُولُ يَا رَبِّ أَلَمْ تُجِرْنِي مِنْ الظُّلْمِ قَالَ يَقُولُ بَلَى قَالَ فَيَقُولُ فَإِنِّي لَا أُجِيزُ عَلَى نَفْسِي إِلَّا شَاهِدًا مِنِّي قَالَ فَيَقُولُ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ شَهِيدًا وَبِالْكِرَامِ الْكَاتِبِينَ شُهُودًا
Artinya : “Aku tertawa karena ada percakapan hamba terhadap Rabbnya, hamba itu berkata, “Wahai Rabbku! Bukankah engkau akan menjatuhkan hukuman kepadaku lantaran kedzaliman? Allah menjawab, “Ya tentu.” Rasul melanjutkan sabdanya, lalu hamba itu berkata, “Kalau begitu aku tidak mau diberi sangsi kecuali ada saksi dari diriku sendiri, lalu Allah berfirman,
“Cukuplah dirimu pada hari ini menjadi saksi atas dirimu sendiri, dan para Malaikat pencatat juga menjadi saksi.”Lalu dikuncilah mulutnya kemudian dikatakan kepada anggota-anggota badannya, bicaralah kamu! Lalu anggota-anggota badan itu menceritakan tentang amal perbuatannya. Kemudian ketika dia dibebaskan dan bisa bicara lagi, ia berkata, “Celakalah kalian, padahal untuk kalianlah aku membela dan membantah.” (HR Muslim)
Sungguh penyesalan itu selalu datang terlambat, jangan sampai maut menjemput, sementara waktu yang demikian panjang tersia-sia dari ampunan-Nya.
- Penulis: Tauhid Ichyar
- Ka.Kantor Laz Persis Sumut
Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.





