Medan-persatuannews.com. Nuklir adalah segala hal yang berkaitan dengan inti atom, baik berupa energi, teknologi, maupun reaksi fisika yang melibatkan transformasi inti tersebut. Energi ini dilepaskan melalui dua proses utama, fisi (pembelahan inti) dan fusi (penggabungan inti), yang menghasilkan energi dalam jumlah sangat besar.
Nuklir adalah salah satu penemuan terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan modern. Berasal dari kajian mendalam dalam bidang Fisika Nuklir. Energi ini menyimpan kekuatan luar biasa yang mampu mengubah wajah dunia baik ke arah kemajuan maupun kehancuran. Nuklir memberikan manfaat namun ancamannya juga mengerihkan.
Allah SWT berfirman:
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS Ar-Rum 30:41)
Pada dasarnya, energi nuklir dihasilkan dari reaksi inti atom, baik melalui Fisi Nuklir maupun Fusi Nuklir. Dalam reaksi fisi, inti atom berat seperti uranium dipecah menjadi inti yang lebih kecil, menghasilkan energi dalam jumlah besar. Sementara itu, fusi yang terjadi di matahari enggabungkan inti atom ringan menjadi lebih berat, menghasilkan energi yang jauh lebih besar lagi.
Baca juga :
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- PB ISMI Rayakan Milad ke 40, Serahkan Award Serta Peluncuran Website
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
- Bukit Barisan Institute Gelar FGD Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung
Manfaat Nuklir bagi Kemanusiaan. Di sisi positif, nuklir telah memberikan kontribusi besar bagi peradaban, misalnya, sebagai sumber Energi Alternatif Nuklir bermanfaat sebagai pembangkit Listrik. Tenaga nuklir mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar dengan emisi karbon yang sangat rendah.
Di tengah krisis perubahan iklim global, nuklir sering dianggap sebagai solusi energi bersih yang stabil. Dibidang Kesehatan teknologi nuklir digunakan dalam diagnosis dan terapi penyakit, termasuk kanker. metode seperti radioterapi telah menyelamatkan jutaan nyawa.
Dibidang pertanian dan industry, kehadiran Nuklir membantu dalam pengawetan makanan, pengendalian hama, serta peningkatan kualitas hasil pertanian melalui teknik iradiasi.
Kehadiran Nuklir juga menjadi ancaman dan memiliki dampak negatif membawa risiko besar bagi kemanusiaan seperti senjata pemusnah massal.
Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir semasa perang, bekerjasama dengan Inggris, menggunakan dua bom atom yaitu Fat Man dan Little Boy ke kota Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.
Pristiwa ini menewaskan ratusan ribu manusia dan meninggalkan luka kemanusiaan yang mendalam. Sejak itu, senjata nuklir menjadi simbol ancaman global.
Dahsyat kerusakan yang ditimbulan Nuklir, seperti insiden Bencana Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986 dan Bencana Fukushima 2011 menunjukkan bahwa kegagalan teknologi atau kelalaian manusia dapat berdampak sangat luas terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Limbah Radioaktifnya memiliki tingkat radiasi tinggi dan membutuhkan waktu ribuan tahun untuk menjadi aman, sehingga menjadi tantangan serius bagi generasi mendatang.
Beberapa negara yang memiliki senjata nuklir, Rusia, Amerika Serikat, China, Prancis, Inggris, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara. Rusia dan AS memegang hampir 90% dari total 12.331 hulu ledak nuklir.
Berdasarkan Laporan Status Angkatan Nuklir Dunia 2025 dari Federasi Ilmuwan Atom, total hulu ledak nuklir di dunia diperkirakan mencapai sekitar 12.331 unit. Dari jumlah tersebut, lebih dari 9.600 hulu ledak berada dalam stok militer aktif yang siap digunakan.
Jumlah ini memang jauh lebih kecil dibandingkan masa puncak Perang Dingin ketika dunia memiliki sekitar 70.000 hulu ledak nuklir.
Israel dan AS mencurigai Iran memiliki senjata nuklir, membangun opini akan hal tersebut, namun berdasarkan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan penilaian intelijen Barat saat ini, Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Meskipun Iran melakukan pengayaan uranium tingkat tinggi yang menimbulkan kekhawatiran Internasional, mereka secara resmi menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, energi dan medis.
Diperkiraan jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki oleh masing-masing negara, seperti : Rusia sekitar 5.459 hulu ledak, Amerika Serikat sekitar 5.277 hulu ledak, China sekitar 600 hulu ledak Perancis sekitar 290 hulu ledak. Britania Raya sekitar 225 hulu ledak. India sekitar 180 hulu ledak. Pakistan sekitar 170 hulu ledak. Israel sekitar 90 hulu ledak. Dan Korea Utara sekitar 50 hulu ledak.
Allah SWT berfirman:
وَقَٰتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
Artinya: Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(QS Albaqarah 2:190)
Walaupun jumlah hulu ledak global menurun dibandingkan era Perang Dingin, para pakar memperkirakan modernisasi senjata nuklir akan terus berlangsung. Banyak negara kini mengembangkan teknologi nuklir yang lebih canggih, termasuk rudal balistik jarak jauh dan sistem peluncuran yang lebih presisi.
Sesungguhnya penggunaan senjata pemusnah massal menunjukkan nuklir masih menjadi bagian penting dari strategi militer global.
- Penulis: Tauhid Ichyar
- Ka.Kantor Perwakilan Laz Persis Sumut
Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.





