Gunungsitoli – persatuannews.com. Saat ufuk timur mulai menyemburat merah dan angin pagi mengusap lembut cakrawala, Gunungsitoli menyambut hari dengan kekhusyukan. Ini bukan sekadar pergantian waktu, melainkan momen istimewa ketika keberkahan diturunkan. Mereka yang bangun lebih pagi, akan menjemputnya.
Subuh bukan akhir dari istirahat, melainkan awal dari perjuangan yang penuh berkah dan pertautan kasih sayang. Di balik sunyinya waktu Subuh, ada panggilan mulia. Rasulullah SAW pernah melantunkan doa, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud).
Di bawah semangat doa itulah, Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH. Muhammad Nuh, memulai aktivitasnya di Kota Gunungsitoli, Selasa, 5 Mei 2026. Usai menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid Jami’ Gunungsitoli, Senator M. Nuh menyapa dan berdialog hangat dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
Sarapan Pagi, Bahas Keumatan
Pertemuan yang sarat nilai persaudaraan itu dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama. Suasana akrab mengiringi bincang-bincang seputar keumatan, persoalan kekinian, serta ikhtiar kolektif mengambil peran untuk kebaikan negeri.

Turut hadir dalam silaturahmi tersebut Abdul Ghani Zalukhu, Ketua Baznas Gunungsitoli yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan MUI Gunungsitoli; Datuak Sarikan (Refnedi), tokoh masyarakat Minang dari Ikatan Keluarga Malalo; Ustaz Muhammad Azis Nasution, dai Gunungsitoli; serta tokoh pemuda) da’Imam Akbar.
“Dari Daerah untuk Indonesia”
Bagi Senator M. Nuh, safari Subuh dan kunjungan ke pelosok negeri adalah cara paling dekat untuk menyerap aspirasi dan harapan masyarakat secara langsung. Ia memegang teguh motto “Dari Daerah untuk Indonesia”.
“Subuh mengajarkan kita untuk memulai hari dengan Allah, lalu melangkah bersama umat. Dari masjid kita merajut ukhuwah, dari dialog kita rumuskan solusi,” ujar M. Nuh.
Sesi silaturahmi ditutup dengan foto bersama sebagai penanda eratnya ikatan antara wakil rakyat dengan konstituennya di Kepulauan Nias.
Pewarta: M.Ash-shiddiqi
Editor: Abdul Aziz










