Medn-persatuannews.com. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap 5 Juni bertujuan meningkatkan kesadaran global akan pentingnya melindungi alam. Peringatan ini digagas United Nations Environment Programme – UNEP untuk mendorong perhatian dan aksi politik di seluruh dunia. Hari ini menjadi momentum bagi semua pihak mengambil bagian menjaga bumi.
Tahun 2026, kampanye global mengusung tema “Beat Plastic Pollution” dengan subtema “Inspired by Nature. For Climate, For Our Future”. Tema ini menegaskan keterkaitan erat antara kelestarian alam, penanganan perubahan iklim, dan keberlangsungan hidup manusia.
Menyahuti seruan tersebut, Yayasan Anugerah Hijau Indonesia-Ku (YAHI) berkolaborasi dengan Forum Silaturahmi Alumni Universitas Medan Area (Forsa-UMA) dan Dr. Ahmad Darwis, M.Si, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Fraksi PKS menggelar aksi nyata penanaman pohon di bantaran Sungai Deli, tepatnya di pinggiran Kanal Medan Johor, Selasa (2/6/’26).
Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Pembina YAHI, Abdul Aziz, menjelaskan tiga langkah sederhana menjaga kelestarian lingkungan agar bumi tetap nyaman dihuni:
1. Terapkan 3R: Reduce (kurangi barang sekali pakai), Reuse [gunakan kembali], dan Recycle (daur ulang sampah).
2. Hemat Energi dan Air: Lakukan konservasi energi dan gunakan air secara bijak.
3. Lakukan Penghijauan: Tanam pohon di pekarangan dan Ruang Terbuka Hijau – RTH untuk menjaga lingkungan tetap asri.
Ia menambahkan, pembangunan berkelanjutan sangat terkait dengan pengelolaan lingkungan yang memperhatikan isu perubahan iklim.
“Pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah serius. Kerusakannya sudah pada tingkat mengkhawatirkan,” ujar Abdul Aziz.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
Ia mengingatkan bencana banjir besar 27 November 2025 yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Curah hujan ekstrem membawa kayu gelondongan diduga hasil penebangan liar. Akibatnya rumah, ternak, dan harta benda rusak, bahkan nyawa melayang karena kebijakan tanpa kajian lingkungan mendalam.
“Hutan dan keanekaragaman hayati dibabat atas nama pembangunan lalu diganti lahan sawit besar-besaran. Saat hujan turun, erosi tak tertahan lagi,” tegasnya.

Untuk itu, aksi kecil seperti penanaman pohon diharapkan memberi dampak luas.
“Kami hadir melakukan aksi kecil yang insya Allah berdampak global,” ujar Dr. Ahmad Darwis, Anggota DPRD Sumut Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Lebih lanjut, beliau menegaskan isu lingkungan menjadi perhatian utama. Penghijauan dilakukan agar warga langsung merasakan manfaatnya.
“Kami mendorong Pemerintah Daerah memperhatikan kebersihan lingkungan dan menambah Ruang Terbuka Hijau – RTH agar warga merasa nyaman,” ungkap Ahmad Darwis.
- Tema Global: Inspired by Nature for Climate. For Our Future.
- Fokus Utama: Berbagai agenda difokuskan pada penguatan aksi iklim berbasis alam, perluasan partisipasi publik, dan inovasi teknologi hijau untuk mitigasi perubahan iklim.
- Aksi Nyata di Daerah: Berbagai wilayah di Indonesia turut serta merayakannya dengan kegiatan pro-lingkungan, seperti layanan uji emisi kendaraan bermotor gratis dan gerakan bersih lingkungan.
Informsi lanjut kita dapat membaca instruksi lengkap pemerintah mengenai perayaan tahun ini melalui Surat Edaran KLH Nomor 09 Tahun 2026 dan memantau kampanye globalnya melalui Situs Resmi UNEP Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
“Pada peringatan World Environment Day, seruan yang harus kita ingat: Bumi tidak butuh slogan. Bumi butuh aksi,” tegas Tauhid.
Pewarta: M.Ash-Shiddiqi
Editor: Adi Syahputra Nst











