Medan-persatuannews.com. Nuklir berasal dari kata nucleus yang berarti inti atom. Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan dari perubahan pada inti atom melalui proses Fisi Nuklir. Pembelahan inti atom berat seperti Uranium-235 atau Plutonium-239. Digunakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Energi nuklir merupakan salah satu pencapaian terbesar ilmu pengetahuan modern. Melalui pemahaman terhadap struktur atom, manusia mampu menghasilkan energi yang sangat besar dari inti atom yang sangat kecil.
Allah ﷻ berfirman :
يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ ٢٦٩
Artinya : Dia (Allah) menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (darinya), kecuali ululalbab.(QS Al-baqarah 2-269)
Teknologi nuklir telah dimanfaatkan dalam bidang energi, kesehatan, pertanian, industri, hingga penelitian luar angkasa.
Fusi Nuklir. Penggabungan dua inti atom ringan menjadi inti yang lebih berat. Terjadi secara alami di Matahari. Energi ini dikembangkan sebagai sumber energi masa depan, di sisi lain, teknologi ini juga menimbulkan kekhawatiran karena potensi kecelakaan reaktor, limbah radioaktif, serta penggunaannya dalam senjata pemusnah massal.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
Oleh karena itu, pemahaman yang seimbang mengenai manfaat dan risiko nuklir sangat penting agar manusia dapat memanfaatkannya secara bijaksana.
Dalam ilmu kimia, energi nuklir mempelajari, radioaktivitas, isotop, peluruhan radioaktif, fisi dan fusi nuklir serta pemanfaatan radioisotop. Isotop yang sering dipelajari, Uranium-235, Carbon-14, Cobalt-60, Iodine-131.
Dalam reaksi kimia, energi berasal dari pemutusan atau pembentukan ikatan antar atom. Seperti pembakaran 1 kg batubara menghasilkan energi tertentu. Namun 1 kg Uranium dapat menghasilkan energi jutaan kali lebih besar.
Meski sering dianggap berbahaya, energi nuklir memiliki beberapa keuntungan lingkungan: emisi karbon rendah, PLTN menghasilkan listrik hampir tanpa emisi karbon selama operasi.
Hal ini membantu mengurangi pemanasan global, mengurangi pembakaran batubara, jika dibandingkan dengan pembangkit batubara: Polusi udara lebih rendah, emisi sulfur lebih rendah, emisi karbon lebih rendah dan penggunaan lahan relatif kecil. PLTN menghasilkan energi sangat besar dari area yang relatif terbatas dibandingkan banyak sumber energi lainnya.
Sesungguhnya kehadiran energi nuklir sangat membantu aktifitas manusia dengan dukungan ilmu pengetahuan. Islam sangat mendukung ilmu pengetahuan.
Allah ﷻ berfirman :
وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِّنْهُ
Artinya : “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya.” (QS. Al-Jatsiyah: 13)
Ayat ini menunjukkan bahwa manusia diperbolehkan memanfaatkan sumber daya alam untuk kemaslahatan umat. Namun Islam sangat melarang kerusakan, sebagaimana Allah ﷻ berfirman :
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
Artinya : “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)
Karena itu, penggunaan nuklir dalam bidang kesehatan, energi, dan penelitian dapat dipandang sebagai bentuk pemanfaatan ilmu yang bermanfaat, sedangkan penggunaan untuk menghancurkan manusia secara zalim bertentangan dengan prinsip menjaga kehidupan (hifzh an-nafs) yang menjadi salah satu tujuan utama syariat.
Energi nuklir adalah teknologi yang memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia mampu menyediakan energi besar, membantu pengobatan penyakit, meningkatkan hasil pertanian, dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, nuklir membawa risiko berupa limbah radioaktif, kecelakaan reaktor, serta ancaman senjata pemusnah massal.
Masa depan nuklir sangat bergantung pada kebijaksanaan manusia dalam mengelolanya. Jika digunakan untuk kemaslahatan, ia dapat menjadi sarana pembangunan dan kesejahteraan. Namun jika disalahgunakan, dampaknya dapat mengancam manusia dan lingkungan dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Energi nuklir sering menimbulkan kekhawatiran karena manusia lebih sering mendengar tentang bom nuklir, perang, atau kecelakaan reaktor. Namun ketika dipelajari lebih dalam, kita menemukan bahwa teknologi nuklir banyak membantu jutaan manusia melalui pengobatan kanker, penelitian ilmiah, peningkatan hasil pertanian, dan penyediaan energi listrik.
Sungguh, Ilmu adalah kekuatan, tetapi hikmah adalah penuntunnya. Insya Allah, Allah ﷻ menambahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, pemahaman yang benar, dan kemampuan untuk mengambil pelajaran dari setiap penemuan yang diberikan-Nya kepada umat manusia.
- Penulis: Tauhid Ichyar, Ka.Kantor Perwakilan Laz Persis Sumut
- Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.









