Medan-persatuannews.com. Bencana alam bisa datang kapan saja. Baik akibat perubahan iklim maupun pergeseran lempeng bumi, dampaknya selalu memakan korban. Kita memang tidak bisa mencegah bencana, tetapi kita bisa mengurangi kerusakan dan jumlah korban.
“Kebencanaan bukan hanya soal merespons saat bencana terjadi. Lebih dari itu, ia adalah membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini,” ujar Benny Yudha Purnama, Pembina Yayasan Komunitas Siaga Bencana Sumatera Utara (KOGANA).
Inisiasi Buku Saku Mitigasi
Sabtu, 27 Juni 2026, bertempat di Hotel Kanasha, Jalan Dolok Sanggul No. 8, Medan, KOGANA Sumut menginisiasi pertemuan lintas komunitas dan para praktisi kebencanaan. Tujuannya: menyusun Buku Saku Kebencanaan dan Mitigasi.
Buku ini akan menjadi wadah untuk menghimpun, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan pengalaman, pengetahuan, serta kompetensi para pegiat kebencanaan di Sumatera Utara. Fokus awal buku saku diarahkan pada penanganan Banjir dan Gempa Bumi.
Kilas Balik Perjalanan KOGANA
Di hadapan peserta rapat, KOGANA menguraikan perjalanan singkatnya. Komunitas Siaga Bencana diinisiasi pada 16 Juni 2008 sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya risiko bencana di Indonesia. Lahirnya KOGANA tidak terlepas dari refleksi atas gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 26 Desember 2004 yang melanda Aceh.
Sejak berdiri, KOGANA aktif terlibat dalam berbagai operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di berbagai wilayah. Bentuk partisipasinya antara lain membantu korban erupsi Gunung Sinabung, korban gempa tektonik di Sumatera Barat, korban kecelakaan pesawat, serta menyalurkan bantuan logistik dalam berbagai misi kemanusiaan.
Seiring waktu, pada 22 Desember 2022, KOGANA bertransformasi menjadi Yayasan Komunitas Siaga Bencana. Saat ini yayasan telah terdaftar sebagai Badan Hukum di Kementerian Hukum dan HAM, serta terdaftar di Badan Kesbangpol Sumut.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
Beberapa fokus utama yang sedang dikembangkan KOGANA saat ini:
1. Sistem Mitigasi Berbasis IoT: Mengembangkan Early Warning System [EWS] untuk deteksi dini banjir.
2. Lembaga Pelatihan: Membentuk Lembaga Pelatihan Kebencanaan guna meningkatkan kapasitas relawan dan masyarakat.
Pada 27 Juni 2026, KOGANA juga mendapat kepercayaan berupa pinjam pakai satu unit ambulans dari Alumni Akademi Anestesi Jakarta.

“Pinjam pakai mobil ini diperuntukkan bagi kondisi kedaruratan kebencanaan, dan juga dapat digunakan oleh komunitas yang membutuhkan bantuan medis,” jelas Muchtar Harahap.
Susunan Pengurus KOGANA
Dewan Pembina
1. Benny Yudha Purnama
2. Budi Dharma, S.H.
3. Widya Herawaty
4. Hary Sandy
5. Dr. Muhammad Fauzi Nasution
Dewan Pengawas :
1. Abdul Aziz, S.T.
2. Devi Mustika, S.E.
Pengurus :
1. Ketua : Irwan Supadli, S.T., M.Kes
2. Sekretaris : Ahadin Sibarani
3. Bendahara : Reny Handriany
Direktorat :
1. Direktur Eksekutif : Dr. Ir. Herry Trisna Frianto
2. Wakil Direktur 1 : Yanuarlin Lubis
3. Wakil Direktur 2 : Ariza Putra Kelana
Peserta Rapat Lintas Komunitas
Turut hadir dalam forum ini: Ariza Putra Kelana, Herri HT, Yanuarlin, dan Benny YP dari KOGANA. Dari kalangan praktisi hadir Muchtar dan Muliadi, serta Abdul Aziz dari Penasihat PW. Persis Sumut Peduli Lingkungan.
Forum ini akan merangkum seluruh kemampuan, praktik terbaik, dan pelajaran dari satu bencana ke bencana lainnya untuk dituangkan ke dalam Buku Saku.
“Berangkat dari peristiwa demi peristiwa, kita mengambil pelajaran yang paling berharga. Semoga buku saku ini bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa ke depan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutup Benny
Pewarta: M.Ash-Shiddiqy
Editor: Abdul Aziz








![Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia [PB ISMI] kembali menggelar kegiatan sosial keagamaan](https://persatuannews.com/wp-content/uploads/2026/05/Pengurus-Besar-Ikatan-Sarjana-Melayu-Indonesia-PB-ISMI-kembali-menggelar-kegiatan-sosial-keagamaan-300x178.webp)


