Warung Kopi Wak Dollah : Peringatan Alam

Bagi orang beriman yang terkena musibah dan dia bersabar, itu adalah ujian untuk menaikkan derajat atau pelebur dosa. Sabda Rasulullah ﷺ, ketusuk duri kecil aja bisa menghapus dosa, apalagi kalau sabar menghadapi musibah besar.

Medan-persatuannews.com. Narto mengipas-ngipaskan badannya pakai topi, “Gila ya, Wak. Cuaca sekarang makin nggak menentu. Kemarin panasnya kayak simulasi neraka, siang ini tiba-tiba hujan badai sampe pohon tumbang. Mana bensin antre, narik angkot makin seret!,” kelunya.

“Iya, Kang Narto! Di TV makin serem kabarnya. Banjir di Sumatra, gempa di mana-mana, gunung meletus bergantian dari Marapi sampai Lewotobi. Saya jadi was-was, jangan-jangan besok cabai ikutan naik harganya gara-gara gagal panen!,” sahut Mbak Lastri.

Dadang sambil nunjukin layar HP,”Nah, pas nih! Di grup WA saya ada share tulisan ‘Jendela Fajar’ tentang alam memberi peringatan. Katanya musibah itu sunnatullah tapi juga akibat ulah manusia. Gimana tuh menurut Pak Dermawan?”

Pak Dermawan tersenyum, menyeruput kopi, “Wah, pas bener kopinya Wak Dollah, pas juga bahasannya. Gini lho, Tok, Mbak Lastri, Dang… ,Alam kita ini ibarat ‘alarm HP’. Kalau alarm bunyi pas subuh, itu tandanya apa?”

“Ya tandanya harus bangun, Pak! Sholat, terus buka warung,” ujar Wak Dollah.

Pak Dermawan, “Betul, Wak! Tapi ada gak orang yang pas alarm bunyi, malah alarmnya digebuk, dimatiin, terus lanjut tidur?”

Arief tertawa, “Si Dadang tuh sering begitu, Pak!”

“Nah! Begitulah kita melihat bencana alam belakangan ini. Gempa, banjir bandang, cuaca ekstrem yang melanda negeri kita, itu sebenarnya ‘Alarm’ dari Allah ﷻ. Alam ini cuma robot yang taat sama perintah-Nya. Di dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syura ayat 30, Allah sudah ‘sentil’ kita,  “Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak kesalahanmu.”

“Tapi Pak, yang bikin dosa kan mungkin orang lain yang korupsi atau maksiat di kota besar, kok kita di daerah ikut kena getahnya?,” sebut Mbak Lastri.

“Mbak Lastri, kalau kita naik kapal laut, terus ada satu penumpang di bagian bawah kapal iseng ngebolongin lambung kapal dengan alasan ‘Ah, ini kan bagian bangku saya sendiri’, kira-kira yang tenggelam dia doang atau satu kapal?,” sebut pak Dermawan.

“Ya pada tenggelam semua, Pak!”

Baca juga :

  1. Secangkir Kopi Pahit Hangat
  2. Hari Lingkungan Hidup 2026 : KIH Sumut dan PLN Tanam 250 Pohon di Belawan Lawan Triple Plenatary Crisis
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Zakat, Wakaf, Infak, Sedekah Dan Ekonomi Syariah Memberi Keadilan Sosial Kepada Umat

“Nah, itulah kenapa kita jangan cuek. Kalau melihat alam sudah mulai sering ‘batuk-batuk’ lewat bencana, artinya bumi ini sudah keberatan beban. Bukan cuma beban sampah plastik, tapi beban maksiat dan kelalaian kita yang jarang istigfar. Kita sering sibuk nyari sebab ilmiahnya oh karena El Niño, karena lempeng bumi bergeser itu betul, itu sunnatullah. Tapi jangan lupa introspeksi spiritualnya. Sudahkah kita beriman dan bertakwa?,” tegas Pak Dermawan.

“Berarti bencana itu fix azab ya, Pak?,” sebut Arief.

“Eits, jangan cepat-cepat memvonis ‘azab’ buat orang lain, Rif. Bagi orang beriman yang terkena musibah dan dia bersabar, itu adalah ujian untuk menaikkan derajat atau pelebur dosa. Sabda Rasulullah ﷺ, ketusuk duri kecil aja bisa menghapus dosa, apalagi kalau sabar menghadapi musibah besar. Tapi, kalau musibah itu datang kepada orang yang hobi maksiat dan sombong, nah bisa jadi itu peringatan keras supaya cepat taubat sebelum terlambat,” jawab pak Dermawan.

Wak Dollah mengangguk-angguk, “Jleb banget, Pak. Jadi intinya, alam ngasih peringatan biar kita kembali ke jalan yang bener ya?”

“Tepat sekali, Wak Dollah! Makanya, daripada kita cuma mengeluh di medsos atau pusing mikirin kapan kiamat, mending kita perbaiki diri. Perbanyak taubat, jaga shalat, perkuat ukhuwah, dan jangan lupa… bayar utang kopi di warung Wak Dollah, biar berkah hidupnya!”

Dadang & Arief tertawa kompak, “Wah, tersindir keras itu si Narto!”

“Hahaha, tahu aja Pak Dermawan! Wak, catat dulu ya, besok narik angkot lancar langsung saya lunasin!,” ujar Narto

“Nah, kalau penduduk suatu negeri beriman, bertaqwa, dan jujur…, Allah janji di Surat Al-A’raf ayat 96 bakal melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi. Termasuk keberkahan warung Wak Dollah makin laris, amin!”

“Amin ya Rabbal Alamin!, serentak mereka berucap.

  • Penulis: Tauhid Ichyar, Pemerhati Lingkungan Sosial Masyarakat

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *