SIBOLANGIT- persatuannews.com. Ku bujuk lelahku sesaat di belantara ini. Tuk mengenang kembali pada detik-detik yang telah terlewatkan Bathin ini bergumam Indonesia tanah airku.
Bait itu menggema di setiap relung dada ditengah hutan Sibolangit. Selama 3 hari, 31 Juli – 2 Agustus 2026, sebanyak 300 kader Partai Keadilan Sejahtera se-Sumatera Utara mengikuti Kemah Bela Negara “KEMBARA” sebagai ikhtiar menempa fisik, rasa, dan jiwa pengabdian.

Kembara bukan sekadar perkemahan. Ini ruang pendidikan.
Di ruang kelas kita mengasah logika
Di atas gunung kita mengasah jiwa
Di balik buku kita cari ilmu
Di balik lelah kita temukan iman
“KEMBARA itu mengingatkan: Manusia bukan kepala berjalan. Kita punya raga yang harus kuat, punya rasa yang harus hidup, punya ruh yang harus dijaga,” begitu spirit yang ditanamkan selama kegiatan.
Kemah ini menjadi jawaban atas tantangan zaman. Di tengah derasnya informasi, kader ditempa agar tidak rapuh saat diuji, tidak buta saat melihat kezaliman, dan hati tidak mati saat melihat luka negeri.
Bela Negara, ditegaskan dalam Kembara, bukan hanya soal seragam.
Tapi ketika kita rela kedinginan demi tim, rela lapar demi saudara, rela capek demi satu barisan.
Arahan Ketua DPW PKS Sumatera Utara, Andi Pranata memaparkan bahwa Kembara didesain sebagai perangkat pendidikan, fikriyah, jasadiyah, sekaligus pendidikan politik khusus untuk melahirkan kader yang tangguh, patuh regulasi, tidak mudah mengeluh, dan siap mengabdi saat negara membutuhkan.
Ia menekankan terkhusus kepada panitia pelaksana bahwa seluruh peserta kembara adalah aset dakwah yang harus dijaga dengan baik.
Pesan tersebut menyiratkan bahwa setelah kembara ini mereka akan kembali ke daerah masing-masing untuk melanjutkan kerja-kerja dakwah dalam bentuk program dan aksi nyata di tengah-tengah umat.
Empat pilar nilai dasar Bela Negara dan Pancasila yang diterapkan selama perkemahan:
1. Spiritualitas Keagamaan: Implementasi Sila Pertama Pancasila, penguatan mental spiritual.
2. Karakter dan Disiplin: Menanamkan jiwa patriot yang taat hukum.
3. Ukhuwah dan Kebersamaan: Menguatkan ikatan persaudaraan antar sesama kader.
4. Semangat Mengabdi: Menumbuhkan militansi untuk siap sedia menerima amanah.
Negeri kita indah, oleh karena itu tak ada kewajiban bagi kita selain bersyukur yang harus direalisasikan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas serta meningkatkan performa dakwah.
Kader Partai Keadilan Sejahtera di semua level memiliki kewajiban wathaniyah, menjaga NKRI, kesatuan dan persatuannya, stabilitasnya, keadilan dan kesejahteraannya serta kedaulatan politik yang mencakup seluruh wilayah tanah air. Kita bertanggung jawab terhadap kedaulatan seluruh wilayah Republik Indonesia, hutan-hutannya, serta seluruh satwa yang menjadi keanekaragaman hayati negeri khatulistiwa ini.
Rangkaian Kembara 2026 ditutup secara resmi pada Ahad, 2 Agustus 2026 di Sibolangit. Acara ditutup dengan penyematan slayer kepada seluruh peserta sebagai simbol komitmen dan tanggung jawab kader PKS dalam menjaga Indonesia.

Karena hidup ini memang perjalanan.
Berhenti sejenak, mendirikan tenda,
Menatap langit, instropeksi,
Lalu mengambil pelajaran tentang makna ukhuwah…
Lebih peka, lebih siap membela.
Bela Negara diawali dari:
Kaki yang kuat untuk melangkah
Tangan yang kuat untuk bekerja
Hati yang peka untuk peduli.
Pewarta : M. Ash-Shiddiqi
Editor: Abdul Aziz







![Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia [PB ISMI] kembali menggelar kegiatan sosial keagamaan](https://persatuannews.com/wp-content/uploads/2026/05/Pengurus-Besar-Ikatan-Sarjana-Melayu-Indonesia-PB-ISMI-kembali-menggelar-kegiatan-sosial-keagamaan-300x178.webp)




