Kisah Inspiratif Stephen Hawking: Raganya Lumpuh, Pikirannya Melampaui Cakrawala Black Hole

Prediksi Hawking terbukti lewat deteksi gelombang gravitasi 2015 dan foto Black Hole pertama 2019. Kisahnya mengajarkan kepada kita semua: Raganya lumpuh. Tapi pikirannya melampaui cakrawala Black Hole.

MEDAN-persatuannews.com. Ada orang yang tubuhnya terkurung di kursi roda, tapi pikirannya sanggup menjelajah ujung alam semesta. Dialah Stephen William Hawking, fisikawan jenius yang mengubah cara manusia memahami Black Hole atau Lubang Hitam.

Lahir 8 Januari 1942 di Oxford, Inggris, Hawking didiagnosis penyakit ALS-Amyotrophic Lateral Sclerosis saat umur 21 tahun. Penyakit ini menyerang saraf penggerak tubuh. Lama-lama ia lumpuh total dan hanya bisa bicara lewat komputer. Dokter memvonis umurnya hanya 2-3 tahun.

Namun Hawking membuktikan sebaliknya. Ia hidup 55 tahun lagi dan jadi salah satu ilmuwan paling berpengaruh abad ini. Ia wafat 14 Maret 2018 di usia 76 tahun. Pada tahun 1974, Hawking mengguncang dunia sains lewat teori “Radiasi Hawking”.

Selama ini ilmuwan percaya Black Hole menelan segalanya. Hawking berkata: “Tidak. Black Hole bisa menguap. Lewat perhitungan mekanika kuantum, ia menjelaskan bahwa di tepi Black Hole muncul partikel yang lolos. Proses ini membuat Black Hole lama-lama kehilangan massa.

Dengan teori ini, Hawking berhasil menyatukan Teori Relativitas Einstein dengan Mekanika Kuantum 2 pilar besar fisika.

Baca Juga : 

  1. Secangkir Kopi Pahit Hangat
  2. Hari Lingkungan Hidup 2026 : KIH Sumut dan PLN Tanam 250 Pohon di Belawan Lawan Triple Plenatary Crisis
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Zakat, Wakaf, Infak, Sedekah Dan Ekonomi Syariah Memberi Keadilan Sosial Kepada Umat

Buku yang Menjangkau Jutaan Orang

Tahun 1988 ia menulis A Brief History of Time. Buku ini menjelaskan Big Bang, Black Hole, dan waktu dengan bahasa sederhana. Terjual 25 juta eksemplar di seluruh dunia. Hawking ingin membuktikan: “Sains bukan milik ilmuwan saja. Sains milik semua orang.”

Ayat Kauniyah dan Ayat Qur’aniyah

Penemuan manusia tentang Black Hole sejatinya adalah bentuk kita membaca Ayat Kauniyah – tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Allah SWT berfirman:
“Dan Dia-lah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya: 33)

“Aku bersumpah demi bintang-bintang, yang beredar dan terbenam” (QS. At-Takwir: 15-16)

Para ahli tafsir menyebut Al-Khunnas memiliki kemiripan dengan sifat benda langit yang “menyapu” dan “tidak terlihat” seperti Black Hole.

Rasulullah ﷺ bersabda tentang luasnya kekuasaan Allah:
“Tidaklah langit yang tujuh dibanding Kursi kecuali seperti cincin yang dilempar di padang pasir…”(HR. Ibnu Hibban)

Kejeniusan Hawking mengingatkan kita: “Dan di bumi terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat: 20-21)

Prediksi Hawking terbukti lewat deteksi gelombang gravitasi 2015 dan foto Black Hole pertama 2019. Kisahnya mengajarkan kepada kita semua: Raganya lumpuh. Tapi pikirannya melampaui cakrawala Black Hole.

Karena sejatinya, yang Maha Mengetahui dan memiliki seluruh alam semesta hanyalah Allah Yang Maha Perkasa. “Black Hole menelan cahaya. Tapi tidak bisa menelan ide dari seorang Stephen Hawking.”

Penulis : Abdul Aziz
Purna Bhakti BMKG

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *