Medan-persatuannews.com. Tanpa terasa 15 tahun usia tugu Monumen Nasional Keadilan yang berlokasi di Jalan S Parman Medan, di usianya memasuki 15 tahun, Pada Kamis 26 Maret 2026, Rahmat Shah sebagai penggagas berdirinya Monumen Nasional Keadilan ini menggelar Silaturahmi sekaligus Syukuran.
Ratusan tamu dan undangan dari berbagai lapisan masyarakat, penuh riuh di Aula Lantai 3 Rahmat Gallery. Diawali pembacaan doa dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Dalam usia Monumen Nasional Keadilan yang ke 15 ini, Rahmat Shah yang juga Konsulat Turki untuk Sumatera ini menegaskan semua kita harus mampu menegakkan keadilan.
Ia mengatakan kita semua sepakat pada hari ini yel-yel tentang keadilan, kalau dikatakan Keadilan jawabnya Tegakkan. “Pada hari ini saya mohon izin semua bahwa kita sepakat sebut yel-yel bila dikatakan Keadilan lalu jawabnya Tegakkan. Banyak yang tanya saya kenapa abang aktif dan tetap awet muda. Saya jawab saya selalu berbuat yang terbaik dan membantu sesama kita,” jelasnya.
Dikatakan pengusaha yang telah menerima ribuan penghargaan ini, bahwa kita jangan pelit informasi dan komunikasi serta membantu sesama. “Saya suka membantu orang dan menyatukannya baik itu tentang usaha, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya.
Jadi harus ada kemampuan kita untuk meneggakkan keadilan dalam suasana apapun dan kita tidak pamrih,” ujarnya lagi.
Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan motivasi semua pihak untuk 9bergerak memajukan bangsa dan negara. Kita tidak bisa kerja sendiri, kita harus bersama-sama dan omenjalin kebersamaan. Sebagai manusia kita tak bisa lepas dari keadaan apapun bentuknya, maka kita harus saling mengingatkan bukan saling menjatuhkan. “Pesan saya buatlah kebaikan sekecil apapun kepada siapa pun dan dimana pun kita berada,” ucapnya.
Baca juga :
- Kapoltabes Medan Buka Akses Informasi Selebar-lebarnya Bagi Wartawan Media Online Anggota IMO-Indonesia
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
- Bukit Barisan Institute Gelar FGD Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung
Sementara Prof Mahfud MD SH menyatakan terima kasihnya kepada Rahmat Shah atas prakarsanya membangun Monumen Nasional Keadilan yang satu-satunya di Indonesia. Di dunia ada di New York yaitu Patung Liberti. Di Indonesia hanya ada di Medan yaitu Monumen Nasional Keadilan yang dibangun Rahmat Shah
“Terima kasih kepada para pihak yang telah berkontribusi atas keberlangsungan monumen ini. Monumen ini adalah simbol perjuangan untuk menegakkan keadilan,” ujar Mahfud.

Mahfud pun bercerita bahwa ia mula pertama kenal Rahmat Shah berawal saat Rahmat Shah menggugat ke MK sebagai calon Anggota DPD saat itu Mahfud adalah Ketua MK. Dasar penuntutan adalah Rahmat Shah meminta keadilan bukan hanya sekadar hukum saja. “Padahal Rahmat Shah ada di urutan ke 4. Konsekuensinya kalau ia kalah maka gugur. Sampai dihitung ulang raihan suara Rahmat Shah meningkat naik ke peringkat 2,” ujarnya mengenang itu.
Jadi kata Mahfud, keadilan itu menjadi suatu kepentingan apalagi di dalam negara. Kalau sudah adil berarti kita nyaman. Nyaman dari tidak adanya ancaman teror dan nyaman dari segalanya. Dalam UUD ada istilah adil. Jadi keadilan itu adalah untuk membangun negara.
“Suatu saat monumen ini bagus untuk negara karena menegakkan keadilan sehingga kita menjadi nyaman mendapat pendidikan, pelayanan kesehatan dan lainnya. Sementara kalau keadilan sosial itu adalah tanggung jawab negara.
Menurut saya keadilan itu membuat rakyat aman dan nyaman. Pemerintah haus mengubah akses untuk mencapai itu,” itu.
Usai sambutan kedua tokoh itu tadi, para tamu undangan photo dan makan siang bersama sembari silaturahmi dalam suasana Lebaran. Tampak hadir yang mewakili pemerintahan, dari Poldasu, Kodam I BB, Danlanud, MUI Medan dan Sumut, para alim ulama, PB ISMI, PB MABMI, PB GAMI, Palang Merah Indonesia, Pemuda Pancasila, para Rektor sejumlah universitas di Medan serta tamu undangan lainnya.
- Pewarta : M. Asshiddiqi
- Editor : Adi Syahputra Nst











