Di Tengah Efisiensi Anggaran, MTQ ke-V Desa Malum Pakpak Bharat 2026 Sukses Wujudkan Generasi Qur’ani Berakhlak Mulia

“Mengapa MTQ di STU Jehe ini seolah dipaksakan untuk tetap terlaksana? Setidaknya ada dua alasan utama: pertama, supaya kita mendapat syafaat Al-Qur’an, dan kedua, agar kita meraih kemuliaan sebagai umat dengan predikat Khoiru Ummah,”

Pakpak Bharat-persatuannews.com. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-V Tingkat Desa Malum, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STU Jehe), Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2026/1447 H berlangsung sukses pada Jumat, (24/04/26). Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Malum ini dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan, perangkat desa, dewan hakim, peserta, serta official.

Sekretaris Camat STU Jehe, Akhyar M. Siagian, S.Sos, hadir mewakili Pemerintah Kecamatan sekaligus memberikan bimbingan dan arahan. Dalam sambutannya, ia menegaskan urgensi MTQ digelar meski dalam kondisi efisiensi anggaran. “Mengapa MTQ di STU Jehe ini seolah dipaksakan untuk tetap terlaksana? Setidaknya ada dua alasan utama: pertama, supaya kita mendapat syafaat Al-Qur’an, dan kedua, agar kita meraih kemuliaan sebagai umat dengan predikat Khoiru Ummah,” tegasnya.

Kepala Desa Malum, Arifin Bancin, S.Kom, menyampaikan bahwa MTQ tahun ini mengusung tema “Menuju generasi muda yang Qur’ani, berakhlak baik dan mulia untuk membangun ketaatan hakiki kepada Allah dan Rasul-Nya menuju Desa Malum Berkah.” Kades berharap para pemenang tingkat desa nantinya dapat menjadi duta Desa Malum pada MTQ tingkat Kecamatan STU Jehe. “Jadikan MTQ ini sebagai ajang uji mental, mengasah kemampuan, sekaligus memotivasi kita untuk lebih mendalam mempelajari Al-Qur’an,” pesannya.

Baca juga :

  1. Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
  2. PB ISMI Rayakan Milad ke 40, Serahkan Award Serta Peluncuran Website
  3. Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
  4. Bukit Barisan Institute Gelar FGD Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung

Mewakili ketua Panitia, melalui pembawa acara Safii Gajah, menjelaskan bahwa lomba tahun ini mempertandingkan dua kategori: 1) Tartil dan Tilawah tingkat Anak-anak, dan 2) Tilawah tingkat Remaja. Untuk efektivitas, lokasi lomba dibagi dua. Peserta Tartil Anak-anak putra dan putri tampil di Masjid, sedangkan Tilawah Remaja putra dan putri digelar di arena utama Aula Kantor Desa Malum.

Keterbatasan anggaran diakui memengaruhi jumlah partisipasi peserta dibanding tahun sebelumnya, sehingga rangkaian acara dapat diselesaikan lebih cepat. Menutup kegiatan menjelang waktu ashar, Ketua LPTQ Kecamatan STU Jehe, Ustad Pulungan, mengutip QS. Al-Baqarah ayat 155: “Walanabluwannakum bisyai’in minal khaufi wal ju’i…” sebagai pengingat bahwa manusia akan diuji, salah satunya dengan keterbatasan. Ia berpesan agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

MTQ memotivasi umat lebih mendalam mempelajarinya.

Dari pantauan di lapangan, dukungan infrastruktur cukup memadai. Masyarakat dan panitia dapat mengakses internet melalui fasilitas jaringan Starlink yang tersedia di sekitar Kantor Desa Malum.

Dalam amanat penutupnya, Kades Arifin Bancin kembali menekankan tiga hal: pertama, MTQ adalah sarana evaluasi pembelajaran selama setahun, bukan sekadar mencari juara; kedua, bagi pemenang, jadikan prestasi ini sebagai pijakan awal menuju kesuksesan yang lebih besar; ketiga, bagi yang belum berhasil, tetaplah semangat dan tidak berkecil hati. Acara diakhiri dengan penyerahan trofi dan uang pembinaan kepada para peserta berprestasi.

Pewarta: Wahyudin
Editor: Abdul Aziz

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed