Gunungsitoli – persatuannews.com. Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH. Muhammad Nuh, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Stasiun Geofisika Kelas III Gunungsitoli, Nias, Senin, 4 Mei 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kunker Senator M. Nuh ke berbagai daerah di Kabupaten Nias.
Kedatangan Senator yang duduk di Komite IV DPD RI itu disambut langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Gunungsitoli, Lewi Ristiono, beserta jajaran.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, M. Nuh menanyakan secara mendalam terkait tugas pokok dan fungsi Stasiun Geofisika, mekanisme pelaporan saat terjadi gempabumi, serta pola koordinasi BMKG dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias.
Senator M. Nuh juga menyoroti alasan penempatan kantor dan alat seismograf yang umumnya berada di daerah perbukitan. Menjawab hal itu, Lewi Ristiono menjelaskan bahwa secara historis, penempatan seismograf memang memiliki kriteria khusus.
“Dahulu, alat harus ditempatkan di lokasi yang minim gangguan getaran agar saat gempa terjadi, sinyalnya langsung tercatat dan terbaca jelas oleh seismograf,” terang Lewi.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
Pengiriman Data Sensor Gempa Kini Hitungan Detik
Lewi menambahkan, perkembangan teknologi membuat proses deteksi dan diseminasi info gempa kini berjalan jauh lebih cepat.
“Data getaran dari sensor kami langsung dikirim via VSAT atau internet ke Pusat Gempa Nasional BMKG di Jakarta. Delay-nya hanya hitungan detik,” jelasnya.

Setibanya di Pusgem BMKG, sistem SeisComP6 secara otomatis mengolah data dari minimal 3-4 stasiun terdekat. Dari selisih waktu tiba gelombang P dan gelombang S di tiap stasiun, sistem langsung menghitung:
– Waktu kejadian dengan akurasi hingga detik,
– Episenter berupa titik koordinat lintang dan bujur pusat gempa,
– Kedalaman serta Magnitudo.
“Setelah info awal dirilis, BMKG akan melakukan pemutakhiran data dalam beberapa waktu untuk hasil yang lebih akurat,” imbuh Lewi.
Apresiasi Sekolah Lapang Gempa
Dalam kesempatan tersebut, M. Nuh juga mendapat penjelasan bahwa BMKG rutin menggelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) di berbagai daerah, termasuk di Kepulauan Nias. Program ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana gempa dan tsunami.
Senator M. Nuh mengapresiasi kinerja Stasiun Geofisika Gunungsitoli. Menurutnya, posisi Kepulauan Nias yang berada di jalur rawan gempa membuat peran BMKG sangat strategis.
“Teknologinya sudah real time dan canggih. Tantangan kita sekarang adalah memastikan edukasi kebencanaan sampai ke masyarakat di pulau-pulau terluar. Sekolah Lapang Gempa harus terus didorong,” tegas M. Nuh.
Pewarta: M.Ash-shiddiqi
Editor: Abdul Aziz





