Supremasi Ekonomi

Kedatangan Donald Trump ke China pada Kamis (14/5/’26) sedikitnya membawa pesan, dunia sedang berubah, dan poros kekuatan global tak lagi milik AS, berdiri masing-masing pada satu kaki semata. Bantulah kami membebaskan selat Hormuz dari cengkraman Iran.

Medan-persatuannews. Supremasi ekonomi adalah kondisi di mana suatu negara, korporasi, atau entitas tertentu mendominasi dan memiliki kekuasaan tertinggi dalam sistem ekonomi global. Lazimnya diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB), kekuatan mata uang, penguasaan teknologi dan kontrol terhadap rantai pasokan dunia.

Allah ﷻ berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَانَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَالًاۗ وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْۚ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاۤءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُۗ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْاٰيٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ ۝١١٨

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil teman kepercayaan dari orang-orang di luar kalangan (agama)-mu (karena) mereka tidak henti-hentinya (mendatangkan) kemudaratan bagimu.

Mereka menginginkan apa yang menyusahkanmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar. Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu berpikir. (QS Ali ‘Imran 3:118)

Hari itu, pesawat kepresidenan Amerika Serikat mendarat dengan membawa rombongan pejabat, pengusaha, teknologi, dan kepentingan geopolitik yang besar menuju negara China.

Kedatangan Donald Trump ke China pada Kamis (14/5/’26) sedikitnya membawa pesan, dunia sedang berubah, dan poros kekuatan global tak lagi milik AS, berdiri masing-masing pada satu kaki semata. Bantulah kami membebaskan selat Hormuz dari cengkraman Iran.

Rombongan Trump disambut Xi Jimping. Di hadapan Xi Jinping, suasana terasa berbeda. China tidak lagi tampil sebagai negara yang sekadar menunggu arahan Barat. Di tengah gemerlap lampu Beijing dan barisan kehormatan yang berdiri tegak di Great Hall of the People, dunia menyaksikan sebuah pertemuan yang bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa.

Allah ﷻ berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-rad 13:11)

Beijing kini berdiri dengan percaya diri sebagai kekuatan ekonomi, teknologi, dan militer yang siap menantang dominasi AS. Xi Jinping menyambut Trump dengan penuh protokol kenegaraan. Karpet merah dibentangkan, pasukan kehormatan berbaris rapi, dan jamuan megah disiapkan.

Dalam pidatonya, Xi menegaskan bahwa dunia tidak boleh terus hidup di bawah bayang-bayang satu kekuatan tunggal. Ia berbicara tentang dunia multipolar, tentang hak setiap bangsa menentukan jalannya sendiri, dan tentang pentingnya menghormati kedaulatan negara lain.

Kata-kata itu terdengar tenang, namun banyak pengamat memahami bahwa pesan tersebut diarahkan langsung kepada AS. Trump datang dengan harapan membuka jalan perdagangan baru, membahas Iran, Taiwan, dan persaingan teknologi AI.

China tidak lagi mudah ditekan. Beijing mendengarkan, namun tidak tunduk. China menunjukkan bahwa mereka siap berdialog, tetapi juga siap berdiri sejajar. Sebagian media Barat menyebut kunjungan itu megah namun minim hasil konkret. Sementara media China menggambarkannya sebagai bukti bahwa AS tetap harus datang ke Beijing.

Kunjungan itu akhirnya menjadi simbol zaman baru, zaman ketika dunia tidak lagi sepenuhnya dipimpin satu negara, AS melainkan memasuki era persaingan antara Timur dan Barat. Keruntuhan supremasi AS mulai dirasakan saat ini, kebijakan luar negeri AS selama puluhan tahun yang banyak menimbukan kesenjangan ekonomi negara-negara berkembang kini mulai ditinggalkan.

Baca juga :

  1. Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
  2. Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis

Kenyataan pahit yang membuat pasar global bergetar, kini dengan kekuatan militer, Iran dapat menjaga keamanan Selat Hormoz. Penguncian jalur minyak tersebut, menghantarkan ekonomi AS berada di ambang kehancuran.

Allah ﷻ berfirman :

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝١٠٣

Artinya : Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara.

(Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali-Imran 3:103)

Melemahnya supremasi ekonomi AS bisa menjadi, peluang kebangkitan bagi dunia Islam, namun juga menjadi ancaman, bila negara-negara Muslim tetap terpecah dan tidak mandiri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Artinya : “Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kekuatan sejati suatu umat bukan hanya pada sumber daya alam, tetapi pada, ilmu, persatuan, keadilan, amanah dan kemampuan membangun peradaban yang kuat.

  • Penulis: Tauhid Ichyar, Ka.Kantor Perwakilan Laz Persis Sumut
  • Anggota Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumatera Utara.

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed