Medan-persatuannews.com. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, menegaskan Sumatera Utara memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi syariah di Kawasan Barat Indonesia. Hal itu disampaikan saat menjadi pemateri utama Seminar Nasional Penguatan Ekonomi dan Bisnis Umat yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut dalam rangkaian Gebyar Muharram 1448 H di Medan.
Seminar dibuka langsung oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran ekonomi umat sekaligus menyongsong Kongres Umat Islam di Jakarta.
Dalam paparan bertajuk “Peluang, Tantangan, dan Strategi Memajukan Ekonomi Islam di Sumatera Utara”, Firsal menyebut ekonomi Islam bukan sekadar alternatif, tetapi instrumen strategis untuk menciptakan kesejahteraan, pemerataan, dan kemajuan daerah secara berkelanjutan.
“Sumut memiliki posisi sangat strategis, baik dari sisi geografis, sumber daya alam, infrastruktur, maupun jumlah penduduk muslim. Potensi ini harus dioptimalkan untuk menjadikan Sumut sebagai hub ekonomi syariah yang berdaya saing nasional dan internasional,” tegas Firsal.
Tiga Pilar dan Usulan Dewan Ekonomi Islam
Firsal menjelaskan, pengembangan ekonomi Islam di Sumut bertumpu pada tiga pilar utama:
1. Penguatan pesantren berdaya sebagai pusat kewirausahaan umat.
2. Pengembangan industri halal dengan memanfaatkan 63 ribu lebih UMKM bersertifikat halal di Indonesia.
3. Penguatan sektor keuangan syariah dan ZISWAF sebagai instrumen inklusi keuangan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi Penta Helix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi keagamaan, akademisi, dan pelaku UMKM. “Transformasi ekonomi Islam tidak bisa parsial. Harus jadi gerakan bersama yang terintegrasi,” katanya.
Untuk itu, Firsal mengusulkan pembentukan Dewan Ekonomi Islam Sumatera Utara sebagai wadah koordinasi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi dan program pengembangan ekonomi syariah secara berkelanjutan.
“Keberhasilan ekonomi syariah butuh konsistensi kebijakan, keberanian berinovasi, dan kolaborasi. Jika ini dilakukan bersama, Sumut berpeluang besar menjadi pusat industri halal dan ekonomi syariah di tingkat regional ASEAN,” ujarnya.
MUI Sumut: Ekonomi Umat Jadi Agenda Penting
Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyambut baik gagasan Kadin Sumut. Menurutnya, penguatan ekonomi umat merupakan agenda penting MUI dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga :
- Pesan KH Jeje Zaenudin di Muktamar XIV: Saatnya Pemuda PERSIS Tampil di Panggung Peradaban Dunia
- Transformasi Gerakan Jam’iyah: Sebuah Keniscayaan
- Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
“Ekonomi umat harus menjadi perhatian bersama. MUI tidak hanya bicara persoalan keagamaan, tetapi juga bagaimana umat memiliki kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan martabatnya,” kata Maratua.
Ia menambahkan, MUI Sumut terus mendorong lahirnya program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, dan ormas Islam.
Seminar ini dihadiri ulama, akademisi, pelaku usaha, pimpinan ormas Islam, pengurus MUI kabupaten/kota, serta elemen masyarakat yang menaruh perhatian pada pengembangan ekonomi syariah di Sumut. MUI Sumut berharap kegiatan ini melahirkan gagasan strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi Islam sekaligus mendorong kemandirian dan kebangkitan ekonomi umat.
Pewarta: M.Ash-Shiddiqy
Editor: Abdul Aziz











