Kabar WA group itu Sungguh Mengagetkanku

"Itu lho, Dang! Aku dengar-dengar di grup WA sebelah, katanya BBM mau naik lagi dalam waktu dekat. Mana tarif angkutan bentar lagi naik, pusing kepala ku jadinya!," keluh Narto sambil memijat keningnya.

Medan-persatuannews.com. Suasana di warung kopi Wak Dollah pagi itu agak sedikit tegang. Narto datang sambil buru-buru memarkirkan motornya, wajahnya ditekuk kayak jemuran belum kering. “Waduh, gawat ini! Kelar kita, kelar!” seru Narto sambil menghempaskan badannya ke kursi kayu panjang.

Dadang yang sedang asyik mengaduk kopi Sidikalang langsung menoleh. “Kenapa kau, Tok?, mukamu udah kayak dompet tanggal tua, kusut betul.” ujar Dadang.

“Itu lho, Dang! Aku dengar-dengar di grup WA sebelah, katanya BBM mau naik lagi dalam waktu dekat. Mana tarif angkutan bentar lagi naik, pusing kepala ku jadinya!,” keluh Narto sambil memijat keningnya.

“Halah, Narto, Narto… Makanya grup WA yang isinya hoaks jangan kau baca. Informasi dari mana itu?” potong Arief yang baru datang sambil tertawa renyah.

“Lho, beneran Rif! Kali ini aku beneran kepikiran,” sahut Narto dengan nada yang mendadak serius dan lesu. “Zaman sekarang apa-apa makin mencekam. Di mana-mana berita orang kena PHK, lapangan kerja susah. Nah, kalau harga minyak naik lagi, sementara gaji kita gini-gini aja tetap di tempat, apa gak makin menjerit kita? Mau makan apa anak-istri di rumah?”

Mendengar itu, atmosfer warung sempat agak hening sejenak. Kalimat Narto barusan memang mewakili jeritan hati banyak orang.

Wak Dollah yang sedang menyaring teh tarik dari balik stelling kaca langsung tersenyum menenangkan dan menyahut, “Kabar dari mana itu, Tok? Khawatirmu itu wajar, tapi untungnya buat yang satu ini gak kejadian. Gak ada yang naik. Malah per 1 Juli kemarin, Pertamina sama SPBU  swasta kompak menurunkan harga BBM non-subsidi mereka, khususnya yang diesel sama varian atas!”

Baca juga :

  1. Secangkir Kopi Pahit Hangat
  2. Hari Lingkungan Hidup 2026 : KIH Sumut dan PLN Tanam 250 Pohon di Belawan Lawan Triple Plenatary Crisis
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Zakat, Wakaf, Infak, Sedekah Dan Ekonomi Syariah Memberi Keadilan Sosial Kepada Umat

Dadang yang tadi mau mengejek langsung melembutkan suaranya sambil menepuk pundak Narto. “Nah, dengar itu, Tok. Untungnya ketakutan kau gak jadi nyata. Pertamax Turbo, Dexlite, sama Pertamina Dex itu justru melandai harganya karena harga minyak dunia lagi turun. Pertalite sama Biosolar? Aman, harganya tetap dijaga pemerintah!”

Narto berkedip-kedip, wajah tegangnya langsung berubah plonga-plongo. “Eh? Seriusan? Gak jadi naik?”

“Gak jadi, Tok!” kata Arief gemas, mencoba mencairkan suasana lagi. “Bulan lalu, sekitar pertengahan Juni, Pertamax memang sempat ada penyesuaian naik sedikit ke kisaran Rp16.250-an. Mungkin berita lama itu yang digoreng lagi di grup WA-mu sampai hangus, bikin kau panik duluan.”

Dadang langsung nyengir lebar, matanya melirik ke arah motor Narto, kembali ke mode usilnya. “Lagian ya, Tok… gaya kau udah kayak orang kaya pusing mikirin harga minyak dunia sama PHK massal. Padahal motor kau itu kan pake Pertalite. Biarpun Pertamax Turbo turun sampai gratis, gak bakal kau isi juga ke motor bit-mu itu, kan? Takut turun mesin kau!” Sontak Arief dan Wak Dollah tertawa terbahak-bahak.

Narto yang tadinya panik akhirnya cuma bisa nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal. “Hehehe… iya juga ya. Berarti amanlah dompet kita bulan ini, gak jadi ikutan kena ‘PHK’ sama kebutuhan pokok.” ujar Narto senang.

“Aman!” sahut Dadang sambil menggeser piring gorengan. “Nah, karena berita bagus ini dan dompet kau gak jadi sekarat, pas betul momennya. Wak Dollah! Tolong buatkan kopi susu satu, potongkan gorengan lima, semuanya masukkan ke rekening Narto sebagai syukuran BBM gak jadi naik!”

“Woi! Gak bisa gitu dong! Katanya tadi empati!” seru Narto panik lagi, yang langsung disambut tawa makin pecah dari seisi warung Wak Dollah.

  • Penulis: Tauhid Ichyar, Pemerhati Lingkungan Sosial Masyarakat

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *