Warung Kopi Wak Dollah :”Menjaga Amanah”

"Bismillah..., Masya Allah, kopi bikinan Wak Dollah sore ini mantap betul. Tapi ingat ya, Wak, kopi enak ini adalah amanah!". Wak Dollah kaget sambil mengelap meja, "Lho, Pak Wawan..., sejak kapan warung kopi awak nih jadi urusan amanah? Saya cuma jualan kopi, Pak, bukan lagi menjabat lurah!".

MEDAN-persatuannews.com. Aroma kopi hitam khas Aceh terasa harum menyengat. Suara denting sendok beradu dengan cangkir gelas batu. Di meja pojok, Pak Dermawan duduk bersama Wak Dollah, Mbak Lastri, Dadang, Arief, dan Narko.

Pak Dermawan sambil nyeruput kopi hangat, “Bismillah…, Masya Allah, kopi bikinan Wak Dollah sore ini mantap betul. Tapi ingat ya, Wak, kopi enak ini adalah amanah!”. Wak Dollah kaget sambil mengelap meja, “Lho, Pak Wawan…, sejak kapan warung kopi awak nih jadi urusan amanah? Saya cuma jualan kopi, Pak, bukan lagi menjabat lurah!”.

Pak Dermawan tersenyum tebal, “Eits, jangan salah, Wak! Amanah itu bukan cuma milik presiden atau pejabat negara. Semua kita ini pemegang amanah dari Allah SWT. Nih, Wak Dollah diamanahi modal dan cerdik meracik kopi. Kalau kopinya enak, manisnya pas, dan harganya jujur, itu namanya menunaikan amanah menuju kemuliaan disisi Allah. Tapi kalau airnya banyakan ketimbang kopinya demi untung segunung… nah, itu namanya kufur nikmat berbalut taktik hemat!”

Semua tertawa, Wak Dollah tersipu sambil menggaruk kepala. Mbak Lastri kipas-kipas pakai buku catatan utang, “Setuju, Pak Dermawan! Kalau Dadang sama Arief itu amanah bukan ya, Pak? Janji mau bayar utang gorengan sore ini, ditunggu sampai menjelang hilal belum kelihatan!”. Dadang hampir tersedak teh manis, “Waduh ntar dulu, Mbak Lastri! Ini dakwahnya berkelas tapi, jangan ditarik ke ranah utang piutang dong!, malu ah.”

Baca juga :

  1. Secangkir Kopi Pahit Hangat
  2. Hari Lingkungan Hidup 2026 : KIH Sumut dan PLN Tanam 250 Pohon di Belawan Lawan Triple Plenatary Crisis
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Zakat, Wakaf, Infak, Sedekah Dan Ekonomi Syariah Memberi Keadilan Sosial Kepada Umat

Pak Dermawan ketawa terkekeh, “Nah! Justru itu contoh paling nyata, Dang! Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa salah satu tanda orang munafik itu kalau berjanji dia ingkar, kalau dipercaya dia khianat. Janji bayar utang gorengan hari ini adalah janji kecil yang diuji oleh Allah. Kalau perkara dua biji bakwan saja kita tidak amanah, bagaimana Allah mau titipkan rezeki yang miliaran?”

Arief menepuk bahu Dadang, “Dengerin tuh, Dang! Bayar! Jangan sampai bakwan membawa beban di akhirat!”. Dadang meringis, “Iya, iya… , nih.., pokoknya dilunasi hari ini, Mbak Lastri. Tapi ngomong-ngomong Pak Dermawan, amanah yang berat itu sebenarnya seperti apa sih?”.

Pak Dermawan memperbaiki posisi duduk, nada bicara sedikit lebih serius namun tetap hangat. “Narko diamanahi tubuh yang sehat dan waktu luang. Gunakan buat ibadah dan kerja halal, bukan cuma buat main game sampai subuh!”

“Narko setengah mengantuk, langsung tegak, “Aduh, kena mental lagi awak nih, Pak ,… berarti main game sampai subuh itu tidak amanah sama kesehatan ya?”. Pak Dermawan menunjuk Narko sambil tertawa. “Sangat tidak amanah, Ko! Badanmu punya hak untuk istirahat”.

“Kalau matamu sampai mirip panda, kasihan matamu protes di akhirat nanti, ‘Ya Allah, saya dulu dipakai Narko cuma buat nengok layar HP!”. Wak Dollah nimbrung. “Terus, kalau kita berusaha jaga amanah-amanah kecil ini, hasilnya apa?”. Pak Dermawan, “hasilnya adalah kemuliaan di sisi Allah”, sebutnya tegas.

Pak Dermawan melanjutkan “Alhamdulillah. Nah, sebagai penutup tausiah sore ini… siapa yang mau mengemban amanah mulia untuk membayar traktiran kopi kita semua hari ini?”. Semua hening sejenak, lalu kompak menunjuk ke arah Arief. Semua. “Arief!”.

Arief terkaget sejenak. “Lho, kok aku?, apa giliran awak nih! Ini jebakan batman atau ujian iman?!” Pak Dermawan cengengesan”. Ini nama ilmiahnya Amanah Mendadak, Rief!. Kesempatan emas meraih kemuliaan di meja warung kopi Wak Dollah!”. Sore itu Warung kopi Wak Dollah pun riuh dengan gelak tawa.

  • Penulis : Tauhid Ichyar
  • Pemerhati Sosial Masyarakat

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *