Mengulang Kaji : Sedekah Mengundang Keberkahan

Setan menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan agar enggan berbagi. Sebaliknya, Allah menjanjikan ampunan dan karunia bagi orang yang mau menginfakkan hartanya di jalan-Nya. Karena itu, jangan biarkan rasa takut kehilangan harta menghalangi kita untuk berbuat kebaikan.

MEDAN-persatuannews.com. Sedekah merupakan salah satu amal saleh yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ia bukan sekadar memberikan sebagian harta kepada orang lain, tetapi merupakan wujud keimanan, kepedulian, rasa syukur dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah ﷻ berfirman :

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artinya: “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik.” (QS. Saba’ [34]: 39)

Sedekah juga mengajarkan manusia untuk tidak diperbudak oleh harta. Dengan bersedekah, hati dilatih untuk tidak serakah, tidak kikir, tidak berlebihan mencintai dunia, serta memiliki kepedulian terhadap kesulitan sesama.

Rasulullah ﷺ bersabda :

أَنْفِقِي وَلَا تُحْصِيَ فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ، وَلَا تُوعِيَ فَيُوعِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ

Artinya: “Berinfaklah dan jangan menghitung-hitung, niscaya Allah akan memperhitungkan pemberian-Nya kepadamu. Dan jangan menahan-nahan harta, niscaya Allah akan menahan karunia-Nya kepadamu.” (HR. Bukhari)

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Artinya: “Tidaklah para hamba berada pada suatu pagi, kecuali dua malaikat turun. Salah seorang dari keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidaklah sia-sia. Allah menjanjikan pengganti dan keberkahan bagi orang yang gemar berinfak.

Sebagian manusia masih merasa khawatir ketika mengeluarkan hartanya untuk zakat, infak dan sedekah. Ada yang berpikir, “Kalau harta saya sedekahkan, nanti berkurang. Bagaimana jika kebutuhan saya semakin banyak?”

Kekhawatiran semacam itu justru telah diperingatkan Allah ﷻ:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji; sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia kepadamu. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: 268)

Setan menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan agar enggan berbagi. Sebaliknya, Allah menjanjikan ampunan dan karunia bagi orang yang mau menginfakkan hartanya di jalan-Nya. Karena itu, jangan biarkan rasa takut kehilangan harta menghalangi kita untuk berbuat kebaikan.

Sedekah bukanlah jaminan bahwa seorang Muslim tidak akan pernah mengalami masalah. Orang beriman tetap akan diuji dengan berbagai keadaan.

Baca juga :

  1. Secangkir Kopi Pahit Hangat
  2. Hari Lingkungan Hidup 2026 : KIH Sumut dan PLN Tanam 250 Pohon di Belawan Lawan Triple Plenatary Crisis
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Zakat, Wakaf, Infak, Sedekah Dan Ekonomi Syariah Memberi Keadilan Sosial Kepada Umat

Namun, sedekah dapat menjadi salah satu sebab datangnya pertolongan, keberkahan dan kebaikan dari Allah, sekaligus menjadi jalan untuk meringankan beban saudara kita yang sedang mengalami kesulitan.

Firman Allah ﷻ :

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ۝ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

Artinya: “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang berinfak, baik pada waktu lapang maupun pada waktu sempit.”(QS. Ali ‘Imran 3: 133–134)

Inilah keindahan sedekah. Ia bukan hanya tentang berapa besar nominal yang diberikan, tetapi tentang ketulusan hati dan keikhlasan dalam mengharap ridha Allah.

Ada satu perkara yang sering kita lupakan di tengah kesibukan mengejar dunia, kematian. Kita sibuk mengumpulkan harta, tetapi tidak tahu kapan akan meninggalkannya. Kita sibuk membangun rumah, tetapi tidak tahu kapan akan meninggalkan rumah tersebut.

Kita sibuk merencanakan masa depan, tetapi tidak pernah tahu apakah masih diberikan kesempatan untuk sampai ke masa depan itu. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Ketika kematian datang, kesempatan beramal telah berakhir. Harta yang kita kumpulkan akan ditinggalkan. Jabatan, popularitas dan berbagai kenikmatan dunia tidak lagi dapat kita bawa.

Tetapi ada amal yang pahalanya tetap mengalir setelah kita meninggal dunia, salah satunya adalah sedekah jariyah. Karena itu, selagi Allah memberikan kesempatan hidup, marilah memperbanyak sedekah.

Sedekah tidak harus selalu dalam jumlah besar. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu pendidikan anak yatim, membangun sarana ibadah, membantu orang yang kesulitan, memberikan air kepada yang membutuhkan, atau memberikan manfaat kepada masyarakat, semuanya dapat menjadi jalan kebaikan apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Artinya: “Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan (bersedekah) separuh kurma.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya keberkahan harta bukan terletak pada banyaknya jumlah yang kita miliki, tetapi pada seberapa besar manfaat harta itu bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan takut harta berkurang karena sedekah. Takutlah jika harta yang banyak justru membuat hati menjadi keras dan jauh dari Allah.

Firman Allah ﷻ:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

Artinya : “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.”(QS. Saba’ [34]: 39)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang ringan tangan dalam bersedekah, ikhlas dalam berbagi, luas manfaatnya bagi sesama, dan memperoleh keberkahan di dunia serta keselamatan di akhirat. Wallahu a’lam bish-shawab.

  • Penulis : Tauhid Ichyar
  • Kapala Kantor  LAZ Persis Sumut. Anggota SOSBEN MUI Sumut

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *