Silaturahim FPRB Sumut: Jangan Tunggu Bencana Baru Gerak. Mitigasi Harus Jadi Kebiasaan

Adanya aktivitas gempa di wilayah Sumatera Utara kembali mengingatkan : Sumut adalah daerah rawan bencana.“Kesiapsiagaan bukan dimulai ketika bencana datang, tetapi dibangun sejak sebelum bencana terjadi.”

MEDAN-persatuannews.com. Dari balik secangkir kopi di Cafe Sahabat Ngopi, para penggiat kebencanaan Sumatera Utara sepakat: kesiapsiagaan tidak bisa ditunda.

Jejaring Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumut menggelar silaturahmi pada Jumat (218/26). Silaturahim dihadiri ; Dr. Otniel Ketaren, dr. Sujat Harto, Abdul Azis, ST, Hendra Ramli, ST, Benny Y. Purnama, Mulyadi, Ir. Tauhid Ichyar. MT dan Reza.

Suasananya santai, tapi isinya sedikit berat, soal nyawa, soal masa depan. Pertemuan ini menghasilkan 3 dorongan utama:

1. Kesinambungan Program
FPRB Sumut diharapkan punya Rencana Kerja yang jelas dan terukur selama masa kepengurusan. Bukan kerja dadakan saat ada bencana. Harus rutin: edukasi, latihan, simulasi, dan penguatan kapasitas relawan serta masyarakat.

2. Penguatan Kelembagaan
Segera agendakan rapat resmi untuk penetapan Renja FPRB Sumut. Sekaligus mempercepat persiapan Sekretariat FPRB di Jalan STM agar jadi pusat koordinasi dan komunikasi kebencanaan di Sumut.

3. Peran Aktif ke Pemerintah
FPRB Sumut harus berani menyusun dan menyampaikan rekomendasi mitigasi kepada BPBD Provinsi Sumut. Rekomendasinya bukan hanya respons pasca-bencana, tapi menguatkan pencegahan, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, dan pemetaan risiko.

Baca juga :

  1. Secangkir Kopi Pahit Hangat
  2. Hari Lingkungan Hidup 2026 : KIH Sumut dan PLN Tanam 250 Pohon di Belawan Lawan Triple Plenatary Crisis
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Zakat, Wakaf, Infak, Sedekah Dan Ekonomi Syariah Memberi Keadilan Sosial Kepada Umat

Gempa Sumut dan Pelajaran dari NTT
Momentum pertemuan ini tidak lepas dari 2 kejadian.
Pertama. Adanya aktivitas gempa di wilayah Sumatera Utara kembali mengingatkan: Sumut adalah daerah rawan bencana.

Kedua. Tragedi gempa 7.7 dan Tsunami di Nagekeo, NTT, 15 Agustus 2026 lalu. Dengan 4.256 gempa susulan, NTT jadi cermin.

“Jangan tunggu bencana terjadi baru kita sibuk. Belajarlah dari daerah lain sebelum giliran kita,” tegas salah satu peserta.

Prinsip yang dikedepankan: Mitigasi, edukasi, latihan, dan koordinasi lintas sektor harus jalan duluan sebelum bencana datang.

FPRB Harus Jadi Rumah Bersama
Para aktivis menekankan FPRB Sumut harus jadi ruang terbuka bagi relawan, komunitas, akademisi, Ormas, dan pemerintah. Tujuannya satu: memberikan masukan konstruktif agar Sumut lebih tangguh.

Pertemuan ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus aktif. “Kesiapsiagaan bukan dimulai ketika bencana datang, tetapi dibangun sejak sebelum bencana terjadi.”

Pewarta : M. Ash-Shiddiqi
Editor:  Abdul Aziz

Persatuan News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *