Jendela Fajar : Bertawakal Menerima Takdir dari Allah SWT

Kadang manusia menangis karena takdir yang tidak sesuai keinginannya, padahal mungkin itulah jalan terbaik yang Allah pilihkan. Ada pintu yang tertutup agar manusia tidak terjatuh lebih dalam. Ada kehilangan yang mengajarkan kesabaran.

Agama, Pencerahan72 Dilihat

MEDAN-persatuannews.com. Takdir adalah segala ketentuan, ketetapan dan ukuran yang telah ditentukan oleh Allah SWT bagi setiap makhluk sejak zaman azali (sebelum alam semesta diciptakan)

Allah ﷻ berfirman :

‎إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Artinya : “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).” (QS. Al-Qamar 54:49)

Sesungguhnya manusia berjalan di bumi dengan membawa harapan, rencana, dan cita-cita. Menata langkah demi langkah, memikirkan hari esok, mengejar kebahagiaan, menghindari kesedihan. Namun di atas seluruh rencana manusia, ada ketetapan Allah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu sebelum itu terjadi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Artinya : “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”(HR. Muslim no. 8)

Takdir bukan sekadar tentang akhir kehidupan, tetapi tentang perjalanan panjang yang penuh ujian, pilihan, air mata, dan doa. Ada manusia yang lahir dalam kemudahan, kaya, cerdas, keluarga yang berpengaruh.

Allah ﷻ berfirman :

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ ۝٢٢

Artinya : Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. (QS Al-Hadid 57:22)

Ada yang tumbuh dalam perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan diri. Tak sedikit pula ada manusia yang diuji dengan kemiskinan, diuji dengan kekuasaan diuji dengan kelaparan ataupun peperangan. Ada yang diuji ketika kehilangan, dan ada pula yang diuji ketika ia memiliki segalanya.

Sungguh Islam tidak mengajarkan manusia untuk menyerah kepada keadaan.Takdir bukan alasan untuk malas, bukan pula pembenaran atas kesalahan. Sebab Allah juga memerintahkan manusia untuk berusaha, memperbaiki diri, dan memilih jalan kebaikan. Allah ﷻ berfirman :

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ۝١١

Artinya : Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Ar-Ra’d 13:11)

Baca juga :

  1. Secangkir Kopi Pahit Hangat
  2. Hari Lingkungan Hidup 2026 : KIH Sumut dan PLN Tanam 250 Pohon di Belawan Lawan Triple Plenatary Crisis
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Zakat, Wakaf, Infak, Sedekah Dan Ekonomi Syariah Memberi Keadilan Sosial Kepada Umat

Karena itu hidup manusia sesungguhnya adalah perpaduan antara doa, ikhtiar, dan ketetapan Allah. Manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, tetapi ia diperintahkan untuk tetap berjalan dengan keyakinan dan tawakal.  Allah ﷻ berfirman :

اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا ۝٣

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur. (QS Al-Insan 76:3)

Kadang manusia menangis karena takdir yang tidak sesuai keinginannya, padahal mungkin itulah jalan terbaik yang Allah pilihkan. Ada pintu yang tertutup agar manusia tidak terjatuh lebih dalam. Ada kehilangan yang mengajarkan kesabaran.

Ada kegagalan yang membentuk kekuatan. Dan ada luka yang mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya. Takdir juga mengajarkan manusia untuk rendah hati.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya : “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sungguh, keberhasilan bukan semata karena kepintaran, kegagalan bukan selalu karena kelemahan. Semua terjadi atas izin Allah Yang Maha Mengatur kehidupan.

Allah ﷻ berfirman :

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۝١١

Artinya : Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS At-Taghabun 64:11)

Maka orang beriman akan terus berusaha ketika mampu, bersabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, dan bertawakal atas takdir yang tidak mampu ia ubah. Sebab pada akhirnya manusia hanya menjalani, sementara Allah adalah sebaik-baik penentu takdir kehidupan.

  • Penulis : Tauhid Ichyar
  • Kapala Kantor  LAZ Persis Sumut. Anggota SOSBEN MUI Sumut

Persatuan News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *