Medan-persatuannews.com. Seratusan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Peduli Palestina (FSPP) Sumatera Utara menggelar aksi damai “Indonesia Bukan Satpam Israel” pada hari Sabtu(7/3/’26) di Bundaran SIB, Jalan Gatot Subroto, Medan.
Massa yang terdiri dari gabungan organisasi Baik Berisik Sumatera Utara, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sumatera Utara, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara, Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Sumatera Utara serta Student for Justice in Palestine (SJP) Politeknik Negeri Medan dan UIN Sumatera Utara itu mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mengeluarkan Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BoP) yang diinisasi oleh Presiden AS, Donald Trump.
“Kami menilai serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran telah melanggar hukum internasional (Piagam PBB) dan merusak perdamaian dunia. Dengan demikian, Board of Peace sudah berubah menjadi Board of War. Pemimpin BoP, Donald Trump, yang seharusnya menjaga perdamaian sebagaimana dimaksud dalam piagam BoP justru melakukan tindakan yang melawan perdamaian itu sendiri. Dalam konteks itu, sudah semestinya dan seharusnya Indonesia segera menarik diri dari dan menyatakan sikap tegas untuk keluar dari BoP, “ tegas Koordinator Aksi Azmar Hidayat.

Selain itu, massa aksi juga mendesak DPR dan pemerintah untuk mengevaluasi seluruh perjanjian dagang Indonesia dan Amerika Serikat yang bersifat timpang dan tidak adil yang merugikan bangsa Indonesia serta menolak pengiriman pasukan TNI ke Gaza, jika tidak ada mandat resmi dewan keamanan PBB.
“Rencana mengirim ribuan prajurit TNI ke Gaza dalam skema International Stabilization Force harus dibatalkan. Apalagi sekarang terbukti AS dan Israel yang ada di BoP justru memamerkan gelagat yang anti perdamaian dengan menyerang Iran dan membunuh pemimpin tertingginya. Di saat yang sama, meski berstatus gencatan senjata, entitas zionis Israel masih terus melakukan serangan ke Jalur Gaza yang merenggut nyawa masyarakat sipil. Bahkan di Tepi Barat, secara sewenang-wenang Israel telah menutup akses masuk ke Masjid Al Aqsha selama 7 hari hingga kemarin tidak ada shalat Jumat di kiblat pertama umat Islam tersebut, “ urai Koordinator Baik Berisik Sumatera Utara, Anugrah Roby Syahputra.
Baca juga :
- PB ISMI Rayakan Milad ke 40, Serahkan Award Serta Peluncuran Website
- Dahsyatnya Pusaran Agin Puting Beliung dan Siklon Tropis
- Bukit Barisan Institute Gelar FGD Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung
Massa aksi yang membawa aneka poster, spanduk dan bendera Palestina tersebut melakukan aksinya dengan tertib sambil sesekali memekikkan takbir dan meneriakkan yel “From The River to The Sea, Palestine Will Be Free”.
Selain Azmar dan Roby, tampak sejumlah akademisi dan pimpinan organisasi mahasiswa bergantian menyampaikan orasi seperti Zulherman (akademisi Unimed), Hasan Basri (Ketua PW KAMMI Sumut), Feri Hidayat Purba (Ketua FSLDK Sumut) dan Adi Syahputra Nasution (Ketua JPRMI Medan).
Di samping menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah, mereka juga mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk selalu mendoakan perjuangan pembebasan Palestina, senantiasa membagikan kabar terkini situasi penjajahan di Gaza hingga tak henti melakukan boikot terhadap produk yang nyata-nyata mendukung genosida.
- Pewarta : M. Ashshiddiqy
- Editor : Adi Syahputra Nst










