KEMBARA : Guru Kehidupan Untuk Insan Paripurna

"Kita juga perlu memahami dan menyadari bahwa saat ini terjadi perang asimetris. Hal ini harus kita sadari bersama," ujar M. Nuh.

Sibolangit-persatuannews. com. Manifestasi KEMBARA adalah kecintaan terhadap kedaulatan negara. Saat mendaki gunung, melintasi hutan, menyeberangi sungai, menembus gelapnya malam, bahkan saat berteduh di bawah pohon — itulah bentuk keterampilan.

Lebih dari itu, semua itu mengajarkan kepada kita bahwa sejatinya yang lebih penting adalah memahami makna di setiap perjalanan. Kita ingin setiap peserta pulang bukan hanya membawa foto dan pakaian kotor, tetapi membawa hikmah. Bukan hanya menjadi petualang, tetapi menjadi insan paripurna.

KH. Muhammad Nuh menyampaikan nasehat tentang pentingnya persiapan fisik dan mental sesuai QS. Al-Anfal ayat 24, firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu…” (QS. Al-Anfal: 24)

Nasehat ini ditujukan kepada seluruh peserta KEMBARA (Kemah Bela Negara) Republik Indonesia. Dengan pelatihan ini diharapkan akan bertambah warna keimanan, sehingga ucapan dan sikap kita menjadi panutan.

Baca juga :

  1. Darah Sebagai Amanah Dan Tanggungjawab Hidup
  2. Hari Lingkungan Hidup 2026 : KIH Sumut dan PLN Tanam 250 Pohon di Belawan Lawan Triple Plenatary Crisis
  3. Dolar Dalam Konflik AS,Israel-Iran
  4. Menjaga Bumi, Belajar dari Guru Rimba

Iman yang tumbuh dan berkembang bukan untuk dipuji, tetapi untuk meningkatkan kapasitas diri.
Iman yang menyadarkan kita bahwa panggilan Allah harus direspon dan memiliki sensitivitas terhadap kondisi lingkungan,” ujar beliau di Bumi Perkemahan Sibolangit, Sabtu 4 Juli 2026.

Pelatihan KEMBARA (Kemah Bela Negara RI) ucapan dan sikap menjadi panutan

Ada 3 poin penting yang harus menjadi kesadaran kolektif:
1. Al-Iman yang mendalam
2. Iman yang tumbuh dan berkembang
3. Iman yang menyadarkan kepada kebaikan

“Kita juga perlu memahami dan menyadari bahwa saat ini terjadi perang asimetris. Hal ini harus kita sadari bersama,” ujar M. Nuh.

Di temaram subuh, di udara pagi yang menusuk, di bawah atap langit, Abdul Aziz merasakan getar. Gelombang doa yang dipanjatkan di tengah dinginnya udara membubung ke langit, bermunajat kepada Allah untuk kebaikan bangsa ini.

  • Pewarta : M. Ash-Shiddiqi
  • Editor: Abdul Aziz

Persatuan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *